Minggu, 11 Juni 2023

1 Al-Quran setara 600ribu

Setelah 23 jam berlayar dengan kondisi ombak yang cukup keras dari arah timur laut. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di pulau Batu Atas tepatnya di desa Batu Atas Timur

Selama dikapal memang serba salah kalo sudah musim ombak keras, tiduran bosan duduk pun badan oleng. bahkan beberapa santri mabuk laut selama perjalanan dan yang lebih sengsaranya santri tidak bisa memasak dengan kondisi kapal yang di ombang ambing gelombang laut, dan akhirnya team pun harus bertahan menahan lapar ditengah gelombang laut. 

Dari kejauhan pulau batu atas sudah agak nampak namun di waktu subuh ini kami masih belum bisa sandar di pelabuhan hingga akhirnya menunggu gelombang reda. Jam 10.30Wita kami sandar agak ke tengah laut karena dermaga nya agak dangkal khawatir kapal kami karam. 

Jam 11.00 team kedaratan jumpa dengan Kepala Desa Batu Atas Timur. Bapak Anhaluddin sedikit perkenalan dari team BWA dengan maksud tujuan membagikan Al-Quran wakaf dan iqra. 

Sebagai kepala desa saya sangat terharu sekali kedatangan saudara dari jauh yang sedia datang di Pulau terpencil ini di ujung Sulawesi Tenggara, apalagi ini Mulia sekali membawa Al-Quran wakaf untuk masyarakat kami. Pernah datang juga bantuan dari Badan Wakaf Al-Quran tahun 2016 lalu sebanyak 1000 buah Al-Quran untuk 1kecamatan/7desa yang sampai saat ini kondisi Al-Quran nya sudah rusak. 

Semenjak belum adanya bantuan Al-Quran lagi, masyarakat kami kalau membeli Al-Quran harus ke kota Bau-bau. yang jika diuangkan Al-Quran sekarang Rp130.000 ditambah ongkos naik kapal pulang pergi kalo dihitung 600ribuan. Artinya satu Al-Quran bisa seharga itu. ujar Bapak Anhaluddin. 

Beliau menyebutkan di desanya ini terdapat 6 TPQ alhamdulillah yang diberikan BWA untuk desa kami ada 560 buah yang insyaallah setiap Kepala keluarga disini mendapatkan 1buah Al-Quran. Dengan semangatnya team BWA langsung diajak berkeliling desa membagikan AlQuran ke TPQ dan ke masyarakat. 

Barakallahu tanggapan masyarakat sangat luar biasa salah satunya ibu Wa Ode Amira yang mendapatkan Al-Quran saat team BWA berkeliling desa. Beliau menyampaikan rasa terimakasih yang sangat dalam tahun ini dapat Al-Quran padahal tahun 2016 lalu beliau berharap agar dapat Al-Quran juga tapi karena sedang pergi sehingga tidak kebagian. semoga menjadi pahala jariyah untuk para pewakif aamiin.
Read More

Sabtu, 11 Februari 2023

Pulau Bukide, 1 Al-Quran untuk 4 anak.

 
09/02/23
Rencana tim BWA kali ini akan menyampaikan amanah Al-Quran wakaf sampai ke pulau-pulau kecil yang ada di sebelah timur Pulau Sangihe. Dan salah satu pulau kecil yang akan disinggahi yakni Pulau Bukide. 

Untuk sampai di Pulau Bukide, tim harus menyeberangi laut menggunakan kapal Pumpboat kurang lebih 90 menit dari pelabuhan petta. Perjalanan Menuju Pulau Bukide, tim ditemani oleh partner lapang Ustad Sapri saenong dan Ustad Sutardji. 

Di Pulau bukide tim sampai di Masjid Al Hijrah Limbodo, Kampung Bukide Timur, Kecamatan Nusa Tabukan. Masjid ini dibangun tahun 90 dan jumlah penduduk muslim yang tinggal di sini ada 40 KK. Alhamdulillah kedatangan tim BWA disambut oleh ketua DKM masjid Bapak Wibisono. 

Sebanyak 60 eksemplar Al-Quran yang diamanahkan, kami berikan untuk masyarakat yang tinggal di kampung Bukide Timur, lingkungan Limbodo. Al-Quran diterima langsung oleh Bapak Wibisono, beliau sangat terharu sekali menerima Al-Quran wakaf karena baru pertama kali ini ada lembaga yang datang memberi bantuan Al-Quran. Karena sebelumnya kami harus bersusah-susah untuk meminta Al-Quran apalagi ini akan menyambut bulan Ramadan. Alhamdulillah adanya Al-Quran wakaf ini akan disampaikan ke tiap-tiap kepala keluarga yang ada di sini harapannya satu KK dapat Al-Quran. 

Setelah serah terima Al-Quran, kemudian Bapak Wibisono mengajak tim untuk melihat langsung kondisi Al-Quran yang ada di rak lemari masjid. Ternyata ada banyak sekali Al-Quran yang kondisinya udah rusak, sedangkan yang masih utuh dan layak pakai hanya ada 8 mushaf. Bapak Wibisono menyampaikan rasa syukur terima kasih karena sebelumnya di Pulau bukide ini bertahun-tahun anak-anak kami mengaji menggunakan satu Al-Quran dipakai bergantian "bahkan satu Al-Quran pun untuk berempat". Ujar bapak Wibisono

Read More

Jumat, 10 Februari 2023

Dilema dakwah Pulau terpencil

Jumat 10 Februari 2023
Distribusi Al-Quran di wilayah kepulauan memang selalu memiliki cerita yang sangat menarik, dan hari ini perjalanan tim BWA sampai ke ujung selatan Pulau Tahuna tepatnya di desa ngalipaeng 2.

Selama dua setengah jam perjalanan darat melewati perbukitan tepat jam 11.30 team BWA sampai di Masjid Al Fajar ngalipaeng 2, Alhamdulillah langsung berjumpa dengan Ustadz Abdul Hafiz (Dai Pulau terpencil Kepulauan Sangihe asal Parigi motong Sulawesi Tengah). 

Setelah melaksanakan salat Jumat Ustadz Abdul Hafiz sebagai takmir masjid langsung berdiri memberikan pengumuman kepada masyarakat adanya kehadiran tim BWA di lingkungan ngalipaeng 2. Rupanya beliau masih ingat betul awal pertama kali kami survei saat datang tanggal 18 November 2021 ketika itu jaringan sinyal Hp masih belum ada di desa ini dan jalan yang ditempuh pun selama lima setengah jam dari kota Tahuna. 

Alhamdulillah sebanyak 160 eksemplar Al-Quran diberikan langsung kepada Ketua Majelis Taklim, Badan takmir masjid dan para santri yang hadir di saat salat Jumat. Diserahkan dari partner lapang BWA Ustadz Sapri Saenong dan Weli Kurniawan program BWA. Setelah pembagian Al-Quran kami diajak makan siang dan diajak berkeliling ke gedung TPQ untuk melihat langsung anak-anak yang sedang mengaji. 

Bangunan madrasah yang di gunakan menjadi TPQ ini rupanya menjadi pusat kegiatan belajar anak-anak masyarakat desa ngalipaeng 2, bangunannya sudah tua atap plaponnya sudah banyak yang rontok tapi beginilah kondisi di kepulauan. Dari TPQ tim BWA diajak menuju ke pelabuhan Alhamdulillah sepanjang jalan banyak jemuran hasil panen buah pala. Buah pala ini merupakan salah satu penghasilan utama hasil kebun dari masyarakat di Kepulauan Sangihe.

Di pelabuhan ngalipaeng 2 Ustadz Abdul Hafiz berbagi cerita pengalaman dakwah kepada tim BWA, yang sampai saat ini masih beliau jalani. Datang ke desa ngalipaeng 2 tahun 2007 dengan niat mengembangkan dakwah Islam, menjadi guru madrasah sampai akhirnya mendapat jodoh dan menetap di sini. 

Saya bersyukur sekali bantuan Al-Quran wakaf sebanyak ini karena baru pertama kali apalagi beberapa bulan lagi menyambut Ramadan tentu masyarakat akan semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaannya dengan membaca dan mempelajarinya. Insya Allah beberapa Al-Quran terjemahan yang diberikan ini juga akan saya berikan ke pulau sebelah di Pulau beeng laut dan pulau beeng daratan. 

Cerita dakwah tentang pulau beeng laut umat muslim tinggal 8 KK dan sisanya non Islam. Sampai saat ini saya sering prihatin, karena kalau masuk salat Jumat seperti ini jika tidak ada Dai yang ke sana biasanya tidak ada salat Jumat sedangkan jalan menuju ke pulau beeng laut harus menyewa kapal pamboat dengan biaya Rp 1.500.000 pulang pergi. Bilamana ada kedukaan biasa masyarakat Pulau beeng Laut memanggil kami untuk melaksanakan fardhu kifayah. Ujar Ustadz Abdul Hafiz.

Read More

Senin, 23 Januari 2023

Pelepasan distribusi al-quran tahap #2 Jawa Tengah

Wonosobo - Menutup Bulan Januari tahun 2023 ini Badan Wakaf Al Quran (BWA) membagikan 20.000 Al Quran wakaf di beberapa kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah. Yaitu Kab. Wonosobo, Kota Salatiga, Kab. Pemalang, Kab. Semarang, Kab. Grobogan, dan Kab. Magelang.

Distribusi Al Quran Wakaf ini dimulai di Kab. Wonosobo tepatnya di Oemah Alam Mandala. Distribusi kali ini merupakan kedua kalinya BWA datang ke wonosobo dan untuk distribusi saat ini merupakan tahap pertama dari rencana 114.000 untuk provinsi Jawa Tengah. 

Mas Joko yang merupakan salah satu pembina di Oemah Alam Mandala yang sekaligus merupakan PJ daerah distribusi untuk wilayah Kab. Wonosobo mengatakan, "Alhamdulillah BWA bisa datang kembali lagi ke Wonosobo ini. Sangat kami tunggu-tunggu karena memang kebutuhan Al Quran di pelosok khususny di kab. Wonosobo masih sangat kekurangan."

"Mudah-mudahan distribusi kali ini bisa mengurangi beban masyarakat yang ingin memiliki Al Quran namun masih memiliki kendala untuk mendapatkannya, apalagi kurang lebih 2 bulan lagi akan memasuki bulan puasa dan Al Quran ini pasti akan sangat dibutuhkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan pengajian di bulan puasa nanti." Tutupnya. 

Didik W.S,  Head of Program I BWA di Alun-Alun Sapuran, Kab. Wonosobo. Selasa 24 Januari 2023, Menyampaikan bahwa Al Quran wakaf yang dibawa pada saat ini masih sangat kurang untuk membantu masyarakat yang sulit mendapat Al Quran karena berdasar data dari dukcapil kemenadgri tahun 2021 Jawa Tengah memiliki penduduk (muslim) sebanyak 36,21 jiwa.

Dalam kegiatan distribusi Al Quran Wakaf kali ini BWA berkesempatan untuk simbolis penyerahan Al Quran dengan Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat,  S.Ag. di Alun-Alun Sapuran, Kab. Wonosobo, Prov. Jawa Tengah. 

"Tidak lupa BWA mengucapkan terima kasih banyak kepada Oemah Alam Mandala, Mas Joko (Oemah Alam Mandala), Mas Koko (IOF), BPBD Wonosobo, RPB Sobo alas, Surodilogo, Wirasakti, Polsek Kalikajar & Watumalang. Komunitas Rakyat Wonosobo (Rawon), Paguyuban basecamp sekedu utara, Tagana, dan Keluarga Besar Curtina, dan pihak-pihak lainnya yang telah mensupport BWA dalam Distribusi 20.000 Al Quran Tahap I untuk Jawa Tengah ini mudah-mudah tetap terus bisa bersinergi kedepannya." Ujar Didik W.S

"Terima kasih juga kepada para wakif yang telah ikut mensukseskan kegiatan distribusi Al Quran kali ini, mudah-mudahan menjadi amal jariyah. dan bagi yang belum berwakaf masih ada kesempatan untuk berwakaf di program Wakaf Al Quran dan Pembinaan (WAP) 114.000 Al Quran untuk Jawa Tengah ini."  www.bwa.id
Read More

Sabtu, 14 Januari 2023

Berbagi Al-Quran di Bumi Sikerei

Rabu 11/01/23
Masyarakat setempat menyebut negeri mereka (kepulauan mentawai) dengan nama Bumi Sikerei. Kabupaten ini lahir tahun 1999 terletak di sisi barat Pulau Sumatera. Terdiri dari 4 pulau utama, Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. 

Dengan penduduk sekitar 92.021 jiwa data tahun 2019 yang tersebar di 43 desa atau 10 kecamatan. Kabupaten ini memiliki ibukota Tuapejat yang berlokasi di Sipora Utara. 

Awal Januari ini, team BWA hadir kembali kepulau Mentawai memperluas sebaran distribusi Al-Quran hingga ke pulau pulau terpencil. Berangkat dari pelabuhan Muaro padang jam 07.00wib sampai pelabuhan tuapejat jam 10.15wib menggunakan kapal Mentawai fast biaya Rp 280.000 perorang untuk kelas ekonomi dengan jarak tempuh 85mil/153km.

Sampai di sipora langsung kami berkoordinasi dengan partner lapang BWA Uda Firdaus, rencana distribusi Al-Quran di wilayah sipora ini akan diutamakan terlebih dahulu untuk Pesantren, TPQ & TPA baru setelah itu ke masyarakat. 

Berangkat dari masjid miftahul janah siang team BWA menuju ke SP3 (Satuan Pemukiman) wilayah transmigrasi Desa Bukit Pamewa. Bertemu dengan pak Asep takmir Masjid kami sampaikan tujuan kedatangan team BWA membawa al-quran Wakaf. Begitu kami dipersilahkan masuk masjid mata kami tertuju ke arah mimbar dengan banyaknya tumpukan al-quran. 

Terkejut, karena dari sekian banyak tumpukan al-quran dan iqra tidak ada satupun al-quran layak yang dapat digunakan. Kami cek rata-rata al-quran disini cetakan tahun 1982. Pak Asep bercerita ke Team, beliau mengungkapkan bahwa selama ini belum pernah ada bantuan sama sekali bahkan ini al-quran yang di bawa BWA adalah pertama kali bantuan sampai disini. Terus kalo kondisi masyarakat juga bahkan ada yang tidak memiliki al-quran. Kondisi seperti ini bertahun-tahun masyarakat alami apalagi masuk bulan ramadhan kalo tidak ada al-quran ya kan sulit untuk tadarusan. 


Alhamdulillah sebanyak 40 eksemplar al-quran Wakaf dari BWA kami terima, insyaallah beberapa kami taro di masjid sisanya dibagikan ke masyarakat agar kebagian semua. Ujar pak Asep DKM Masjid SP3 Bukit Pamewa.

Sebelum melanjutkan perjalanan tak lupa beliau mendoakan untuk team BWA, donatur dan para wakif semoga ini semua menjadi amal pahala jariyah. Aamiin. Jangan pernah lupakan kami semoga suatu saat nanti team BWA datang kembali kesini.
Read More

Rabu, 11 Januari 2023

Rumah anak berkebutuhan khusus Lintau Buo

Senin 09/01/23
Hari ini kami berencana mengantarkan amanah al-Quran wakaf dan juga beberapa titipan sembako bersama dengan komunitas S3 Tanah Datar. Oh iya S3 Tanah Datar ini kepanjangan dari Sedekah Sehari Seribu yang diketuai oleh Uni Fauzia Rasna ke Rumah asuh ummy iis Balai okok tepatnya di daerah Lintau Buo Sumatera Barat. 

Alhamdulillah sejak 2016 lalu team BWA bersinergi dengan rumah' tahfidz dengan hati Pagaruyung dan 2020 juga bersama komunitas S3 Tanah Datar menyalurkan bantuan Al-Quran wakaf ke pelosok-pelosok terutamanya di Tanah Datar. 


Setelah sholat Dzuhur di Masjid Bundo Kanduang team berangkat dari Pagaruyung menuju Lintau Buo kurang lebih jaraknya 32Km atau sekitar 1 jam perjalanan darat. Sepanjang perjalanan melintasi hamparan lahan pertanian, sepertinya daerah Tanah Datar ini baru selesai panen padi semoga hasil panennya melimpah Aamiin. Diperjalanan kami juga disuguhkan dengan pemandangan pemandangan yang indah melawati bukit ( puncak pato) yang lerengnya cukup terjal untuk dilalui apalagi daerahnya rawan longsor. 

Sekilas tentang Lintau Buo, jumlah masyarakatnya sekitar 36.462 jiwa data BPS tahun 2020.

Jam 15.30 kami sampai dirumah Uni Sri Candra nurlaili atau yang biasa dipanggil Ummy Is. Dirumah asuh ini ada 12 anak yang tinggal, dan paling kecil usia 4 tahun. Rata-rata anak yang tinggal disini memiliki banyak problem dalam kehidupan. 

Kami diperkenalkan satu persatu meski tidak semua latarbelakang anak-anak diceritakan. "Disini ada anak dari suku mentawai yang menjadi mualaf sekarang tinggal bersama Uni agar bisa mengenyam pendidikan, ada anak korban pelecehan seksual, bahkan yang paling kecil anak usia 4tahun ini ibunya menjadi ODGJ & kakaknya diperkosa sama ayah tirinya sendiri. Alhamdulillah anak-anak disini kami didik, diajarkan mengaji dibekali ilmu agama. 

Kedatangan team BWA bersama komunitas S3 bersyukur sekali anak anak kami dijenguk diberi bantuan berupa donasi, sembako dan Al-Quran.  Doakan kami agar memiliki pondok kecil yang terpisah dengan rumah untuk anak-anak lebih fokus belajar mengaji, semoga anak anak kami menjadi penghafal Al-Quran aamiin ya rabbal alamin.

Read More

Senin, 09 Januari 2023

Surau peradaban islam di tanah minang



Minggu 8/1/23

Saat team BWA distribusi Al-Quran di Surau Darul Hikmah Kampung tengah Pagaruyung, Kec Tanjung emas Batusangkar kami bertemu dengan Datuk Thamrin beliau berprofesi sebagai guru ngaji.

Uniknya dikala usia beliau melewati angka 72tahun yang namanya urusan pendidikan agama masih sangat bersemangat. Datuk Thamrin mulai mengajar ngaji dari tahun 1978 sampai saat ini, artinya sekitar 44 tahun ia terus mengemban dakwah. 

Saat bertemu dengan team BWA banyak menuturkan cerita pengalaman mendidik. Masa-masa tahun 70an dikala pasca terjadinya perang PRRI dimana banyak masyarakat Sumatera Barat saat itu terjadi genosida namun Datuk Thamrin tetap menghidupkan aktivitas surau dengan membina akhlak dan pengetahuan agama islam bagi anak-anak muda di generasinya. 

Pada tahun 80an anak-anak mengaji di surau semakin banyak hingga mencapai lebih dari 100orang yang belajar mengaji, kala itu dengan ukuran surau yang kecil anak-anak mengaji al-quran bergantian di surau dengan 5 lampu petromak sebagai lampu penerang anak-anak mengaji. Kalo sudah mengaji apalagi bulan Ramadhan tadarusan itu bisa sampai jam 1 malam. 

Surau selalu menjadi tempat teramai bagi anak-anak mengaji meskipun kerap kali dalam belajar al-quran, batang rotan Datuk Thamrin menghampiri anak didiknya. meskipun terlihat keras namun ternyata pengajaran seperti itu ditahun 80an selalu membekas bagi anak didiknya. Bahkan ada anak didik Datuk Thamrin kala itu akan mengikuti lomba MTQ saat belajar itu kerap dapat salam dari batang rotan meski mengajinya sambil mengeluarkan air mata tapi Alhamdulillah pelajarannya jadi membekas sampai ini anak berhasil menjadi Qori terbaik mewakili daerah Pagaruyung. 

Datuk Thamrin mengatakan dalam mendidik anak-anak "Rasulullah SAW bersabda: "Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat sedang mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena tinggal sholat sedang mereka berusia 10 tahun." tahun 80-90an itu mencari al-quran sangat sulit karena terbatas yang menjual maka dari itu surau menjadi tempat yang berarti bagi kami ditanah minang. 

Kalo menang lomba MTQ senangnya bukan main karena sudah pasti akan dapat al-quran baru. Guru-guru ngaji seperti kami tidak mendapat bayaran karena piti saat itu susah jadi biasanya dari zakat fitrah setiap tahun sekali, dan sampai akhirnya masuk tahun 90an listrik mulai mengalir ke surau kami. 

Sekarang anak didik kami sudah banyak jadi guru ngaji dan tentunya surau pun semakin bertambah. Alhamdulillah kedatangan team BWA membawa al-quran sangat diperlukan sekali bagi surau kami semoga bantuan al-quran terus ada untuk kami biar terus dapat menunjang dan mensuport kegiatan belajar mengajar di surau.

Read More