Jumat, 23 Juni 2023

Hanya ada 1 Al-Quran di musholah ini

Sebuah nasehat "sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”  begitulah ujar bapak Ahmad Saeroji imam Musholah desa Teluk Baru, pulau sebesi. 

Jam sudah menunjukan waktu dzuhur, niatnya habis sholat mau langsung makan bersama team. Pas ke belakang untuk mengambil air wudhu ternyata keran mushola mati, kami tanya kepada Bapak Imam ini kenapa airnya kok tidak nyala? Oh itu kerannya sudah rusak tidak bisa dipakai, sudah lama belum diperbaiki karena belum ada dananya. 

Akhirnya kami diarahkan untuk berwudhu di rumah-rumah tetangga. Kebanyakan MCK disinpi berada di luar rumah dengan bilik setengah dada. Setelah wudhu langsung masuk ke shaf jamaah salat dzuhur. 

Selesai salat kami bertanya kepada bapak imam meminta izin untuk mengecek ketersediaan Al-Quran yang ada di mushola. Setelah dicek ternyata hanya ada hanya ada 1 mushaf saja yang kondisinya pun sudah tidak layak pakai. 

Bapak Ahmad Saeroji menceritakan kepada tim kondisi Al-Quran yang ada di mushola hanya ini saja. Di sini ada 40 kepala keluarga yang juga banyak tidak memiliki Al-Quran, jadi tidak ada yang menyumbang dan membantu memakmurkan tempat ibadah. Kalau mau ngaji setelah sholat, ya hanya 1 Al-Quran ini saja yang ada. 

Alhamdulillah amanah Al-Quran para wakif kami sampaikan kepada bapak Ahmad Saeroji imam Musholah desa Teluk Baru, pulau sebesi sebanyak 2 dus atau 40 mushaf Al-Quran yang sebagian ditaruh di mushola dan sebagiannya lagi untuk diberikan kepada masyarakat. 

Bapak Ahmad Saeroji mengucapkan terimakasih, Al-Quran ini akan digunakan untuk kegiatan mengaji, semoga menjadi pahala Jariyah untuk para wakif. Amin ya robbal alamin.

#waplampung
www.bwa.id
Read More

Rabu, 21 Juni 2023

1 Rak Al-Quran Rusak

Sampai di Pulau sebesi 09.35wib langsung kami berkoordinasi dengan tim partner lapang. Sepertinya untuk keliling pulau kami harus menyewa beberapa motor agar dapat digunakan untuk mengangkut Al-Quran. 

Dalam kegiatan distribusi Al-Quran ini tim BWA juga ditemani oleh kawan-kawan dari komunitas Risma (Remaja islam masjid) Nurul Huda kalianda diwakili oleh ichwan nurutdin machruf.

Salah satu fokus perhatian kami dalam pendistribusian kali ini yakni lembaga pendidikan seperti TPQ, TPA, Pesantren dan majelis taklim. Menurut info dari ichwan bahwa anak-anak masyarakat di pulau ketika menjelang sore mereka aktif mengaji hingga waktu Isya. 

Salah satu tempat pendidikan yang kami singgahi di desa tejang pulau sebesi yakni TPQ Al-hidayah binaan ustadzah Manda. Senang banget ngelihat suasana anak-anak ngaji dan bersholawat. Kami diajak masuk ke ruang pengajian untuk melihat langsung isi rak Al-Quran. Kaget banget, lemari 3 susun yang ternyata isinya Al-Quran lama kondisinya sudah tak layak pakai, halamannya sudah hilang-hilang dan beberapa masih digunakan untuk mengaji. 

di TPQ Al-hidayah binaan ustadzah Manda ini jumlah santri yang mengaji kurang lebih ada 80 orang. Ada yang tingkatan mengajinya Iqro, Juz Amma dan Al-Quran. Karena membawa Al-Qurannya sedikit untuk sementara baru bisa dikasih 40 mushaf. 

Ustadzah Manda menyampaikan rasa syukur kepada para wakif semoga berkah selalu diberikan nikmat iman dan nikmat Islam serta dijaga kesehatannya dan diluaskan rezekinya. Mohon doa agar anak didik kami menjadi para penghafal Al-Quran Amin ya robbal alamin.
Read More

Tak ada yang jual AlQuran di Pulau Sebesi


Pulau sebesi merupakan pulau terluar yang terletak di antara Selat Sumatera dan Jawa berdekatan dengan anak Gunung Krakatau. Mayoritas penghasilan utama masyarakat di pulau sebesi dari hasil berkebun, seperti pisang, kopra dan kakao. 

Untuk menuju ke pulau sebesi tim BWA berangkat dari pelabuhan Canti dengan menggunakan transportasi umum kapal laut KM Batanghari 2. Setelah loading Al-Quran sebanyak 500 eksemplar perjalanan pun dimulai. Baru aja keluar dari dermaga canti sekitar 15 menit kapal sudah mulai oleng dihantam gelombang 2,5 meter dari arah tenggara laut. 

Perjuangan yang sangat luar biasa dalam menyampaikan amanah Al-Quran wakaf ke wilayah pulau terluar di provinsi Lampung. Selama di kapal salah satu tim program Weli Kurniawan menggali cerita kepada nahkoda kapal, Kapten Isnan. "Perjuangan Tim BWA ini sangat luar biasa, menyeberangi laut yang kondisi cuacanya tidak menentu, membawa Al-Quran yang merupakan pedoman petunjuk hidup".ujar Capt Isnan. 

Bantuan Al-Quran seperti ini sangat diperlukan sekali bagi kami masyarakat yang ada di pulau, untuk memiliki Al-Quran masyarakat harus membeli ke kota Kalianda. Al-Quran paling murah memang harganya hanya Rp100.000 Mas, tapi kan ongkosnya ini bisa dua kali lipat. Kalau naik kapal aja PP Rp60.000 itu belum makan dan lain-lain. Di Pulau sebesi anak-anak kalau sudah waktu sore aktif mengaji. Maka jangan heran kalau nanti tim keliling pulau akan banyak menemui kondisi TPQ yang Al-Qurannya sudah rusak dan hilang halamannya.
Read More

Minggu, 11 Juni 2023

Puluhan tahun tak berharap bayaran

Pada saat pendistribusian Al-Quran di pulau Batu Atas timur, team BWA singgah di TPQ Ar rahim yang dibina oleh ustadzah Wayku. Beliau mempersilahkan tim BWA masuk melihat langsung santri yang sedang belajar Iqro dan Al-Quran. 

Sore itu jumlah santri yang hadir ada sekitar 30 Santri sedangkan kondisi yang team BWA lihat di rak penyimpanan buku-buku hanya terdapat beberapa Al-Quran saja yang layak pakai, dan Al-Quran yang lainnya banyak sudah lusuh dan tak layak pakai. 

Ustadzah Wayku menceritakan kepada kami bahwa beliau ini sudah mengajar lebih dari 40tahun sejak masih remaja hingga kini sudah memiliki cucu. Tidak ingin anak-anak generasinya buta huruf Al-Quran ustadzah Wayku pun tidak mengharapkan bayaran dari orang tua santri karena memang ustadzah paham betul kondisi ekonomi masyarakat pulau mencari uang itu setengah mati bergantung dengan kondisi alam laut. 

Tapi alhamdulillah sudah 2 periode kepala desa batu atas timur mulai memperhatikan guru ngaji, sebulan ustadzah Wayku mendapat intensif dana desa 150rb yang diberikan per 6 bulan sekali.

Selama kekurangan Al-Quran dari BWA 2016 lalu ustadzah Wayku menyisihkan uangnya untuk membeli Al-Quran ke Bau-bau 2-3 buah Al-Quran untuk mengaji bergantian.
Read More

1 Al-Quran setara 600ribu

Setelah 23 jam berlayar dengan kondisi ombak yang cukup keras dari arah timur laut. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di pulau Batu Atas tepatnya di desa Batu Atas Timur

Selama dikapal memang serba salah kalo sudah musim ombak keras, tiduran bosan duduk pun badan oleng. bahkan beberapa santri mabuk laut selama perjalanan dan yang lebih sengsaranya santri tidak bisa memasak dengan kondisi kapal yang di ombang ambing gelombang laut, dan akhirnya team pun harus bertahan menahan lapar ditengah gelombang laut. 

Dari kejauhan pulau batu atas sudah agak nampak namun di waktu subuh ini kami masih belum bisa sandar di pelabuhan hingga akhirnya menunggu gelombang reda. Jam 10.30Wita kami sandar agak ke tengah laut karena dermaga nya agak dangkal khawatir kapal kami karam. 

Jam 11.00 team kedaratan jumpa dengan Kepala Desa Batu Atas Timur. Bapak Anhaluddin sedikit perkenalan dari team BWA dengan maksud tujuan membagikan Al-Quran wakaf dan iqra. 

Sebagai kepala desa saya sangat terharu sekali kedatangan saudara dari jauh yang sedia datang di Pulau terpencil ini di ujung Sulawesi Tenggara, apalagi ini Mulia sekali membawa Al-Quran wakaf untuk masyarakat kami. Pernah datang juga bantuan dari Badan Wakaf Al-Quran tahun 2016 lalu sebanyak 1000 buah Al-Quran untuk 1kecamatan/7desa yang sampai saat ini kondisi Al-Quran nya sudah rusak. 

Semenjak belum adanya bantuan Al-Quran lagi, masyarakat kami kalau membeli Al-Quran harus ke kota Bau-bau. yang jika diuangkan Al-Quran sekarang Rp130.000 ditambah ongkos naik kapal pulang pergi kalo dihitung 600ribuan. Artinya satu Al-Quran bisa seharga itu. ujar Bapak Anhaluddin. 

Beliau menyebutkan di desanya ini terdapat 6 TPQ alhamdulillah yang diberikan BWA untuk desa kami ada 560 buah yang insyaallah setiap Kepala keluarga disini mendapatkan 1buah Al-Quran. Dengan semangatnya team BWA langsung diajak berkeliling desa membagikan AlQuran ke TPQ dan ke masyarakat. 

Barakallahu tanggapan masyarakat sangat luar biasa salah satunya ibu Wa Ode Amira yang mendapatkan Al-Quran saat team BWA berkeliling desa. Beliau menyampaikan rasa terimakasih yang sangat dalam tahun ini dapat Al-Quran padahal tahun 2016 lalu beliau berharap agar dapat Al-Quran juga tapi karena sedang pergi sehingga tidak kebagian. semoga menjadi pahala jariyah untuk para pewakif aamiin.
Read More

Sabtu, 11 Februari 2023

Pulau Bukide, 1 Al-Quran untuk 4 anak.

 
09/02/23
Rencana tim BWA kali ini akan menyampaikan amanah Al-Quran wakaf sampai ke pulau-pulau kecil yang ada di sebelah timur Pulau Sangihe. Dan salah satu pulau kecil yang akan disinggahi yakni Pulau Bukide. 

Untuk sampai di Pulau Bukide, tim harus menyeberangi laut menggunakan kapal Pumpboat kurang lebih 90 menit dari pelabuhan petta. Perjalanan Menuju Pulau Bukide, tim ditemani oleh partner lapang Ustad Sapri saenong dan Ustad Sutardji. 

Di Pulau bukide tim sampai di Masjid Al Hijrah Limbodo, Kampung Bukide Timur, Kecamatan Nusa Tabukan. Masjid ini dibangun tahun 90 dan jumlah penduduk muslim yang tinggal di sini ada 40 KK. Alhamdulillah kedatangan tim BWA disambut oleh ketua DKM masjid Bapak Wibisono. 

Sebanyak 60 eksemplar Al-Quran yang diamanahkan, kami berikan untuk masyarakat yang tinggal di kampung Bukide Timur, lingkungan Limbodo. Al-Quran diterima langsung oleh Bapak Wibisono, beliau sangat terharu sekali menerima Al-Quran wakaf karena baru pertama kali ini ada lembaga yang datang memberi bantuan Al-Quran. Karena sebelumnya kami harus bersusah-susah untuk meminta Al-Quran apalagi ini akan menyambut bulan Ramadan. Alhamdulillah adanya Al-Quran wakaf ini akan disampaikan ke tiap-tiap kepala keluarga yang ada di sini harapannya satu KK dapat Al-Quran. 

Setelah serah terima Al-Quran, kemudian Bapak Wibisono mengajak tim untuk melihat langsung kondisi Al-Quran yang ada di rak lemari masjid. Ternyata ada banyak sekali Al-Quran yang kondisinya udah rusak, sedangkan yang masih utuh dan layak pakai hanya ada 8 mushaf. Bapak Wibisono menyampaikan rasa syukur terima kasih karena sebelumnya di Pulau bukide ini bertahun-tahun anak-anak kami mengaji menggunakan satu Al-Quran dipakai bergantian "bahkan satu Al-Quran pun untuk berempat". Ujar bapak Wibisono

Read More

Jumat, 10 Februari 2023

Dilema dakwah Pulau terpencil

Jumat 10 Februari 2023
Distribusi Al-Quran di wilayah kepulauan memang selalu memiliki cerita yang sangat menarik, dan hari ini perjalanan tim BWA sampai ke ujung selatan Pulau Tahuna tepatnya di desa ngalipaeng 2.

Selama dua setengah jam perjalanan darat melewati perbukitan tepat jam 11.30 team BWA sampai di Masjid Al Fajar ngalipaeng 2, Alhamdulillah langsung berjumpa dengan Ustadz Abdul Hafiz (Dai Pulau terpencil Kepulauan Sangihe asal Parigi motong Sulawesi Tengah). 

Setelah melaksanakan salat Jumat Ustadz Abdul Hafiz sebagai takmir masjid langsung berdiri memberikan pengumuman kepada masyarakat adanya kehadiran tim BWA di lingkungan ngalipaeng 2. Rupanya beliau masih ingat betul awal pertama kali kami survei saat datang tanggal 18 November 2021 ketika itu jaringan sinyal Hp masih belum ada di desa ini dan jalan yang ditempuh pun selama lima setengah jam dari kota Tahuna. 

Alhamdulillah sebanyak 160 eksemplar Al-Quran diberikan langsung kepada Ketua Majelis Taklim, Badan takmir masjid dan para santri yang hadir di saat salat Jumat. Diserahkan dari partner lapang BWA Ustadz Sapri Saenong dan Weli Kurniawan program BWA. Setelah pembagian Al-Quran kami diajak makan siang dan diajak berkeliling ke gedung TPQ untuk melihat langsung anak-anak yang sedang mengaji. 

Bangunan madrasah yang di gunakan menjadi TPQ ini rupanya menjadi pusat kegiatan belajar anak-anak masyarakat desa ngalipaeng 2, bangunannya sudah tua atap plaponnya sudah banyak yang rontok tapi beginilah kondisi di kepulauan. Dari TPQ tim BWA diajak menuju ke pelabuhan Alhamdulillah sepanjang jalan banyak jemuran hasil panen buah pala. Buah pala ini merupakan salah satu penghasilan utama hasil kebun dari masyarakat di Kepulauan Sangihe.

Di pelabuhan ngalipaeng 2 Ustadz Abdul Hafiz berbagi cerita pengalaman dakwah kepada tim BWA, yang sampai saat ini masih beliau jalani. Datang ke desa ngalipaeng 2 tahun 2007 dengan niat mengembangkan dakwah Islam, menjadi guru madrasah sampai akhirnya mendapat jodoh dan menetap di sini. 

Saya bersyukur sekali bantuan Al-Quran wakaf sebanyak ini karena baru pertama kali apalagi beberapa bulan lagi menyambut Ramadan tentu masyarakat akan semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaannya dengan membaca dan mempelajarinya. Insya Allah beberapa Al-Quran terjemahan yang diberikan ini juga akan saya berikan ke pulau sebelah di Pulau beeng laut dan pulau beeng daratan. 

Cerita dakwah tentang pulau beeng laut umat muslim tinggal 8 KK dan sisanya non Islam. Sampai saat ini saya sering prihatin, karena kalau masuk salat Jumat seperti ini jika tidak ada Dai yang ke sana biasanya tidak ada salat Jumat sedangkan jalan menuju ke pulau beeng laut harus menyewa kapal pamboat dengan biaya Rp 1.500.000 pulang pergi. Bilamana ada kedukaan biasa masyarakat Pulau beeng Laut memanggil kami untuk melaksanakan fardhu kifayah. Ujar Ustadz Abdul Hafiz.

Read More