Senin, 23 Januari 2023

Pelepasan distribusi al-quran tahap #2 Jawa Tengah

Wonosobo - Menutup Bulan Januari tahun 2023 ini Badan Wakaf Al Quran (BWA) membagikan 20.000 Al Quran wakaf di beberapa kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah. Yaitu Kab. Wonosobo, Kota Salatiga, Kab. Pemalang, Kab. Semarang, Kab. Grobogan, dan Kab. Magelang.

Distribusi Al Quran Wakaf ini dimulai di Kab. Wonosobo tepatnya di Oemah Alam Mandala. Distribusi kali ini merupakan kedua kalinya BWA datang ke wonosobo dan untuk distribusi saat ini merupakan tahap pertama dari rencana 114.000 untuk provinsi Jawa Tengah. 

Mas Joko yang merupakan salah satu pembina di Oemah Alam Mandala yang sekaligus merupakan PJ daerah distribusi untuk wilayah Kab. Wonosobo mengatakan, "Alhamdulillah BWA bisa datang kembali lagi ke Wonosobo ini. Sangat kami tunggu-tunggu karena memang kebutuhan Al Quran di pelosok khususny di kab. Wonosobo masih sangat kekurangan."

"Mudah-mudahan distribusi kali ini bisa mengurangi beban masyarakat yang ingin memiliki Al Quran namun masih memiliki kendala untuk mendapatkannya, apalagi kurang lebih 2 bulan lagi akan memasuki bulan puasa dan Al Quran ini pasti akan sangat dibutuhkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan pengajian di bulan puasa nanti." Tutupnya. 

Didik W.S,  Head of Program I BWA di Alun-Alun Sapuran, Kab. Wonosobo. Selasa 24 Januari 2023, Menyampaikan bahwa Al Quran wakaf yang dibawa pada saat ini masih sangat kurang untuk membantu masyarakat yang sulit mendapat Al Quran karena berdasar data dari dukcapil kemenadgri tahun 2021 Jawa Tengah memiliki penduduk (muslim) sebanyak 36,21 jiwa.

Dalam kegiatan distribusi Al Quran Wakaf kali ini BWA berkesempatan untuk simbolis penyerahan Al Quran dengan Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat,  S.Ag. di Alun-Alun Sapuran, Kab. Wonosobo, Prov. Jawa Tengah. 

"Tidak lupa BWA mengucapkan terima kasih banyak kepada Oemah Alam Mandala, Mas Joko (Oemah Alam Mandala), Mas Koko (IOF), BPBD Wonosobo, RPB Sobo alas, Surodilogo, Wirasakti, Polsek Kalikajar & Watumalang. Komunitas Rakyat Wonosobo (Rawon), Paguyuban basecamp sekedu utara, Tagana, dan Keluarga Besar Curtina, dan pihak-pihak lainnya yang telah mensupport BWA dalam Distribusi 20.000 Al Quran Tahap I untuk Jawa Tengah ini mudah-mudah tetap terus bisa bersinergi kedepannya." Ujar Didik W.S

"Terima kasih juga kepada para wakif yang telah ikut mensukseskan kegiatan distribusi Al Quran kali ini, mudah-mudahan menjadi amal jariyah. dan bagi yang belum berwakaf masih ada kesempatan untuk berwakaf di program Wakaf Al Quran dan Pembinaan (WAP) 114.000 Al Quran untuk Jawa Tengah ini."  www.bwa.id
Read More

Sabtu, 14 Januari 2023

Berbagi Al-Quran di Bumi Sikerei

Rabu 11/01/23
Masyarakat setempat menyebut negeri mereka (kepulauan mentawai) dengan nama Bumi Sikerei. Kabupaten ini lahir tahun 1999 terletak di sisi barat Pulau Sumatera. Terdiri dari 4 pulau utama, Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. 

Dengan penduduk sekitar 92.021 jiwa data tahun 2019 yang tersebar di 43 desa atau 10 kecamatan. Kabupaten ini memiliki ibukota Tuapejat yang berlokasi di Sipora Utara. 

Awal Januari ini, team BWA hadir kembali kepulau Mentawai memperluas sebaran distribusi Al-Quran hingga ke pulau pulau terpencil. Berangkat dari pelabuhan Muaro padang jam 07.00wib sampai pelabuhan tuapejat jam 10.15wib menggunakan kapal Mentawai fast biaya Rp 280.000 perorang untuk kelas ekonomi dengan jarak tempuh 85mil/153km.

Sampai di sipora langsung kami berkoordinasi dengan partner lapang BWA Uda Firdaus, rencana distribusi Al-Quran di wilayah sipora ini akan diutamakan terlebih dahulu untuk Pesantren, TPQ & TPA baru setelah itu ke masyarakat. 

Berangkat dari masjid miftahul janah siang team BWA menuju ke SP3 (Satuan Pemukiman) wilayah transmigrasi Desa Bukit Pamewa. Bertemu dengan pak Asep takmir Masjid kami sampaikan tujuan kedatangan team BWA membawa al-quran Wakaf. Begitu kami dipersilahkan masuk masjid mata kami tertuju ke arah mimbar dengan banyaknya tumpukan al-quran. 

Terkejut, karena dari sekian banyak tumpukan al-quran dan iqra tidak ada satupun al-quran layak yang dapat digunakan. Kami cek rata-rata al-quran disini cetakan tahun 1982. Pak Asep bercerita ke Team, beliau mengungkapkan bahwa selama ini belum pernah ada bantuan sama sekali bahkan ini al-quran yang di bawa BWA adalah pertama kali bantuan sampai disini. Terus kalo kondisi masyarakat juga bahkan ada yang tidak memiliki al-quran. Kondisi seperti ini bertahun-tahun masyarakat alami apalagi masuk bulan ramadhan kalo tidak ada al-quran ya kan sulit untuk tadarusan. 


Alhamdulillah sebanyak 40 eksemplar al-quran Wakaf dari BWA kami terima, insyaallah beberapa kami taro di masjid sisanya dibagikan ke masyarakat agar kebagian semua. Ujar pak Asep DKM Masjid SP3 Bukit Pamewa.

Sebelum melanjutkan perjalanan tak lupa beliau mendoakan untuk team BWA, donatur dan para wakif semoga ini semua menjadi amal pahala jariyah. Aamiin. Jangan pernah lupakan kami semoga suatu saat nanti team BWA datang kembali kesini.
Read More

Rabu, 11 Januari 2023

Rumah anak berkebutuhan khusus Lintau Buo

Senin 09/01/23
Hari ini kami berencana mengantarkan amanah al-Quran wakaf dan juga beberapa titipan sembako bersama dengan komunitas S3 Tanah Datar. Oh iya S3 Tanah Datar ini kepanjangan dari Sedekah Sehari Seribu yang diketuai oleh Uni Fauzia Rasna ke Rumah asuh ummy iis Balai okok tepatnya di daerah Lintau Buo Sumatera Barat. 

Alhamdulillah sejak 2016 lalu team BWA bersinergi dengan rumah' tahfidz dengan hati Pagaruyung dan 2020 juga bersama komunitas S3 Tanah Datar menyalurkan bantuan Al-Quran wakaf ke pelosok-pelosok terutamanya di Tanah Datar. 


Setelah sholat Dzuhur di Masjid Bundo Kanduang team berangkat dari Pagaruyung menuju Lintau Buo kurang lebih jaraknya 32Km atau sekitar 1 jam perjalanan darat. Sepanjang perjalanan melintasi hamparan lahan pertanian, sepertinya daerah Tanah Datar ini baru selesai panen padi semoga hasil panennya melimpah Aamiin. Diperjalanan kami juga disuguhkan dengan pemandangan pemandangan yang indah melawati bukit ( puncak pato) yang lerengnya cukup terjal untuk dilalui apalagi daerahnya rawan longsor. 

Sekilas tentang Lintau Buo, jumlah masyarakatnya sekitar 36.462 jiwa data BPS tahun 2020.

Jam 15.30 kami sampai dirumah Uni Sri Candra nurlaili atau yang biasa dipanggil Ummy Is. Dirumah asuh ini ada 12 anak yang tinggal, dan paling kecil usia 4 tahun. Rata-rata anak yang tinggal disini memiliki banyak problem dalam kehidupan. 

Kami diperkenalkan satu persatu meski tidak semua latarbelakang anak-anak diceritakan. "Disini ada anak dari suku mentawai yang menjadi mualaf sekarang tinggal bersama Uni agar bisa mengenyam pendidikan, ada anak korban pelecehan seksual, bahkan yang paling kecil anak usia 4tahun ini ibunya menjadi ODGJ & kakaknya diperkosa sama ayah tirinya sendiri. Alhamdulillah anak-anak disini kami didik, diajarkan mengaji dibekali ilmu agama. 

Kedatangan team BWA bersama komunitas S3 bersyukur sekali anak anak kami dijenguk diberi bantuan berupa donasi, sembako dan Al-Quran.  Doakan kami agar memiliki pondok kecil yang terpisah dengan rumah untuk anak-anak lebih fokus belajar mengaji, semoga anak anak kami menjadi penghafal Al-Quran aamiin ya rabbal alamin.

Read More

Senin, 09 Januari 2023

Surau peradaban islam di tanah minang



Minggu 8/1/23

Saat team BWA distribusi Al-Quran di Surau Darul Hikmah Kampung tengah Pagaruyung, Kec Tanjung emas Batusangkar kami bertemu dengan Datuk Thamrin beliau berprofesi sebagai guru ngaji.

Uniknya dikala usia beliau melewati angka 72tahun yang namanya urusan pendidikan agama masih sangat bersemangat. Datuk Thamrin mulai mengajar ngaji dari tahun 1978 sampai saat ini, artinya sekitar 44 tahun ia terus mengemban dakwah. 

Saat bertemu dengan team BWA banyak menuturkan cerita pengalaman mendidik. Masa-masa tahun 70an dikala pasca terjadinya perang PRRI dimana banyak masyarakat Sumatera Barat saat itu terjadi genosida namun Datuk Thamrin tetap menghidupkan aktivitas surau dengan membina akhlak dan pengetahuan agama islam bagi anak-anak muda di generasinya. 

Pada tahun 80an anak-anak mengaji di surau semakin banyak hingga mencapai lebih dari 100orang yang belajar mengaji, kala itu dengan ukuran surau yang kecil anak-anak mengaji al-quran bergantian di surau dengan 5 lampu petromak sebagai lampu penerang anak-anak mengaji. Kalo sudah mengaji apalagi bulan Ramadhan tadarusan itu bisa sampai jam 1 malam. 

Surau selalu menjadi tempat teramai bagi anak-anak mengaji meskipun kerap kali dalam belajar al-quran, batang rotan Datuk Thamrin menghampiri anak didiknya. meskipun terlihat keras namun ternyata pengajaran seperti itu ditahun 80an selalu membekas bagi anak didiknya. Bahkan ada anak didik Datuk Thamrin kala itu akan mengikuti lomba MTQ saat belajar itu kerap dapat salam dari batang rotan meski mengajinya sambil mengeluarkan air mata tapi Alhamdulillah pelajarannya jadi membekas sampai ini anak berhasil menjadi Qori terbaik mewakili daerah Pagaruyung. 

Datuk Thamrin mengatakan dalam mendidik anak-anak "Rasulullah SAW bersabda: "Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat sedang mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena tinggal sholat sedang mereka berusia 10 tahun." tahun 80-90an itu mencari al-quran sangat sulit karena terbatas yang menjual maka dari itu surau menjadi tempat yang berarti bagi kami ditanah minang. 

Kalo menang lomba MTQ senangnya bukan main karena sudah pasti akan dapat al-quran baru. Guru-guru ngaji seperti kami tidak mendapat bayaran karena piti saat itu susah jadi biasanya dari zakat fitrah setiap tahun sekali, dan sampai akhirnya masuk tahun 90an listrik mulai mengalir ke surau kami. 

Sekarang anak didik kami sudah banyak jadi guru ngaji dan tentunya surau pun semakin bertambah. Alhamdulillah kedatangan team BWA membawa al-quran sangat diperlukan sekali bagi surau kami semoga bantuan al-quran terus ada untuk kami biar terus dapat menunjang dan mensuport kegiatan belajar mengajar di surau.

Read More

Senin, 26 Desember 2022

Perjalanan menuju Sebatik

22/12/22
Sebatik merupakan salah satu pulau yang memiliki batas border langsung antara Indonesia dengan Malaysia. Secara administratif Kota Kecamatan Pulau Sebatik masuk dalam Kabupaten Nunukan kalimantan Utara. 
Untuk menuju Pulau Sebatik perjalanan dari pelabuhan speed menggunakan speedboat Sinar Baru, dari Tarakan jaraknya kurang lebih 94 km sampai di pelabuhan senyamuk atau 3 jam menyusuri selat di antara pulau. Sedangkan biaya tiket yang dikeluarkan per orang harganya Rp 280.000.

Sampai di pelabuhan senyamuk 13.30 wita tim BWA dijemput oleh koordinator lapang Ustd Irfan, team BKPRMI sebatik utara, dan pengusaha muslim Pulau Sebatik Bang Arman atau yang biasa dipanggil emang. Siang ini setelah koordinasi teknis di rumah makan Hasanah team membagi tugasnya masing-masing. Karena Insya Allah tanggal 23 Desember Al-Quran akan langsung dibagikan ke penerima manfaat di masjid nurul huda.

BKPRMI sebatik utara ustd umar bertugas mengkoordinir ketua TPQ, TPA dan majelis taklim, Ustd irfan mengatur droping Al-Quran, Ustd Ghani mengadministrasi seluruh penerima manfaat wakaf Al-Quran.

Sore harinya kami tim BWA keliling mengunjungi beberapa TPQ untuk melihat langsung kondisi Alquran yang ada di TPQ, khususnya di wilayah kepulauan. Salah satunya TPQ Nur Muhammad. Meskipun TPQ ini baru berdiri pada Desember 2021 ternyata jumlah santri yang belajar ada 230 Santri yang dibina langsung oleh Ustad Agus Salim pendiri TPQ. 
Ustad Agus Salim kepada tim BWA, "program wakaf Al-Quran ini sangat bagus sekali apalagi untuk wilayah perbatasan dan kepulauan seperti ini. Al-Quran terjemahan sangat dibutuhkan untuk di wilayah pelosok sebagai alat media belajar, jadi kegiatan ini jangan hanya sekali dua kali. H iarapan kami programnya terus-menerus, agar Al-Quran ini menjadi pedoman hidup. 

Terima kasih kami ucapkan untuk para wakif yang telah membantu kami memiliki mushaf Al-Quran. Semoga menjadi pahala jariyah aamiin
Read More

Kamis, 22 Desember 2022

Di sini satu Al-Quran digunakan untuk delapan orang warga binaan

21/12/22
Setelah mengantarkan team BWA ke pelabuhan ASDP menuju pulau sebatik H.Faisal bersama rekan team trabas melanjutkan estafet distribusi Al-Quran ke TPQ, Majelis Taklim dan ke Warga binaan Rutan Tarakan. 

Menarik ketika H. Faisal dan team trabas tiba di Rutan lalu bertemu dengan Ustadz Warga binaan. “Awalnya team trabas mengalokasikan 200 Al-Quran namun setelah mewawancarai Ustd warga binaan yang ternyata kebutuhan Al-Quran disini sangat tinggi bahkan satu Al-Quran itu dipakai berdelapan. Melihat semangat warga lapas yang sangat tinggi untuk mempelajari Al-Quran, maka tim BWA memberikan Al-Quran sebanyak 400 eksemplar. 

Ustd Warga binaan menyampaikan, "Bagaimana caranya kita mengadakan pembinaan, bukan hanya bisa membaca Al-Quran tapi juga paham makna dan isinya, terus bagaimana mengamalkannya kalo Al-Qurannya saja satu berdelapan tentu ini menjadi kendala".

Kami berharap dengan ketersediaan Al-Quran yang memadai dapat meningkatkan semangat warga lapas untuk terus membaca dan mempelajarinya.


Read More

Rabu, 21 Desember 2022

Menuju Tarakan, Persiapan pembagian al-quran


Senin 19 Desember 2022 rombongan tim BWA bertolak dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Juwata Tarakan dengan jarak tempuh perjalanan 1.365 mil (2.196 km). berangkat jam 09.30Wib dan tiba jam 13.35Wita.

Sampai di Bandara team langsung dijemput oleh H. Faisal Rouf, beliau merupakan sosok Inspirasi Pengusaha Muslim Kalimantan Utara. Setelah diajak makan siang bersama, team BWA diajak ke daerah selumit pantai yang merupakan salah satu wilayah terpadat di kota Tarakan. 

Sore ini tim BWA diajak oleh Haji Faisal menyusuri jalan gang menuju Masjid Raufurahim di selumit pantai, masjid ini baru dibangun 1 tahun dan letaknya di tengah laut. Dan untuk membangunnya pun membutuhkan perjuangan yang sangat ekstra, alhamdulillah masyarakat sangat mensuport sekali keberadaan masjid ini. Di sepanjang jalan yang kami lewati banyak bangunan rumah yang terbuat dari papan kayu. Karena bangunannya padat dan jaraknya berdekatan di daerah ini juga rawan terjadi kebakaran, sedangkan mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. 

Selain itu di dekat wilayah selumit pantai juga terdapat Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) satwa langka endemik khas Kalimantan. Di sini juga merupakan benteng terakhir habitat bekantan Kalimantan dengan luas area 21 hektar dan mayoritas areanya berupa rawa dan hutan kota. 

Rupanya Haji Faisal mengajak Tim BWA untuk melihat masjid ini bukan tanpa alasan, beliau ingin mengaktifkan kegiatan belajar mengaji TPQ,TPA di masyarakat agar terpusat di masjid. "Membangun SDM juga sangat penting karena jika taraf ekonomi masyarakat meningkat Insya Allah tindak kriminal pun juga akan semakin menurun tentu hal ini juga harus dibenahi mulai dari ibadahnya, pemahaman agamanya yang tentunya harus berdasarkan Al-Quran dan hadist ujar "Haji Faisal".
Oleh karena itu dengan datangnya tim Badan Wakaf Al-Quran yang mengalokasikan 7.000 Al-Quran untuk wilayah Tarakan di tahap pertama ini sangatlah tepat meskipun untuk wilayah selumit pantai baru mendapatkan 500 eksemplar. Meskipun jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang ada di selumit pantai sejumlah 18.000 KK tentu ini masih sangat kurang. 

Kami berharap agar di tahun depan BWA dapat datang kembali membawa Al-Quran lebih banyak lagi sehingga kelak generasi kami menjadi generasi yang cinta dengan Al-Quran. Tidak luput juga kami selalu mendoakan kepada muwakif agar dilapangkan rezekinya dan dimudahkan segala urusannya Amin ya robbal alamin. 
Read More