Jumat, 23 Juni 2023

Menuju pedalaman lampung timur

Usai mendistribusikan Al-Quran di Pulau terluar provinsi Lampung, pulau sebesi dan sebuku tim BWA melanjutkan kegiatan di wilayah pedalaman. 

Dalam distribusi tahap pertama ini kami sengaja memprioritaskan wilayah terluar terpencil dan pedalaman dahulu. karena sepengalaman kami mendistribusikan Al-Quran ke daerah-daerah inilah yang secara akses masyarakatnya untuk mendapatkan Al-Quran sulit.

Jum'at 23/6, kali ini wilayah pedalaman yang akan dituju merupakan salah satu wilayah yang dulunya adalah daerah transmigrasi Metro Lampung Timur Kecamatan Sekampung yang dibuka pada tahun 1941. Maka jangan heran walaupun berada di Lampung tapi nama-nama desa atau nama daerahnya banyak berasal dari nama asal daerah di Jawa. 

Tim BWA berangkat dari Bandar Lampung jaraknya sekitar 108 km melalui Jalan Lintas Sumatera. Sekitar dua setengah jam perjalanan kami putuskan berhenti sejenak untuk mengambil gambar video karena melihat banyak anak-anak bersepeda berangkat mengaji. 

Melihat semangat anak-anak mengaji yang begitu banyak sekalian saja kami bagikan Al-Quran wakaf ini di TPA Al Kautsar Sumbersari Bantul. Meskipun masih kecil-kecil namun ternyata anak-anak ini ngajinya sudah masuk di Al-Quran dan juga ada beberapa anak yang menggunakan Iqro. 

Anak-anak di TPA Al Kautsar Sumbersari Bantul sangat senang mendapat Al-Quran baru, sebanyak 60 eksemplar Al-Quran kami bagikan. Ada Al-Quran Mushaf dan juga ada yang terjemah. 

Di akhir perjumpaan ada satu anak yang malu-malu datang menghampiri tim BWA, dengan wajah polosnya ia mengatakan "Al-Quran ini saya minta buat ibu boleh...? Ibu saya nggak punya Al-Quran di rumah pak". MasyaAllah, iya ambil aja semoga kamu jadi penghafal Al-Quran ya dek. Doakan para wakif agar semoga berkah selalu diberi kesehatan dan dilapangkan rezekinya ya dek. Aamiin.
Read More

Hanya ada 1 Al-Quran di musholah ini

Sebuah nasehat "sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”  begitulah ujar bapak Ahmad Saeroji imam Musholah desa Teluk Baru, pulau sebesi. 

Jam sudah menunjukan waktu dzuhur, niatnya habis sholat mau langsung makan bersama team. Pas ke belakang untuk mengambil air wudhu ternyata keran mushola mati, kami tanya kepada Bapak Imam ini kenapa airnya kok tidak nyala? Oh itu kerannya sudah rusak tidak bisa dipakai, sudah lama belum diperbaiki karena belum ada dananya. 

Akhirnya kami diarahkan untuk berwudhu di rumah-rumah tetangga. Kebanyakan MCK disinpi berada di luar rumah dengan bilik setengah dada. Setelah wudhu langsung masuk ke shaf jamaah salat dzuhur. 

Selesai salat kami bertanya kepada bapak imam meminta izin untuk mengecek ketersediaan Al-Quran yang ada di mushola. Setelah dicek ternyata hanya ada hanya ada 1 mushaf saja yang kondisinya pun sudah tidak layak pakai. 

Bapak Ahmad Saeroji menceritakan kepada tim kondisi Al-Quran yang ada di mushola hanya ini saja. Di sini ada 40 kepala keluarga yang juga banyak tidak memiliki Al-Quran, jadi tidak ada yang menyumbang dan membantu memakmurkan tempat ibadah. Kalau mau ngaji setelah sholat, ya hanya 1 Al-Quran ini saja yang ada. 

Alhamdulillah amanah Al-Quran para wakif kami sampaikan kepada bapak Ahmad Saeroji imam Musholah desa Teluk Baru, pulau sebesi sebanyak 2 dus atau 40 mushaf Al-Quran yang sebagian ditaruh di mushola dan sebagiannya lagi untuk diberikan kepada masyarakat. 

Bapak Ahmad Saeroji mengucapkan terimakasih, Al-Quran ini akan digunakan untuk kegiatan mengaji, semoga menjadi pahala Jariyah untuk para wakif. Amin ya robbal alamin.

#waplampung
www.bwa.id
Read More

Rabu, 21 Juni 2023

1 Rak Al-Quran Rusak

Sampai di Pulau sebesi 09.35wib langsung kami berkoordinasi dengan tim partner lapang. Sepertinya untuk keliling pulau kami harus menyewa beberapa motor agar dapat digunakan untuk mengangkut Al-Quran. 

Dalam kegiatan distribusi Al-Quran ini tim BWA juga ditemani oleh kawan-kawan dari komunitas Risma (Remaja islam masjid) Nurul Huda kalianda diwakili oleh ichwan nurutdin machruf.

Salah satu fokus perhatian kami dalam pendistribusian kali ini yakni lembaga pendidikan seperti TPQ, TPA, Pesantren dan majelis taklim. Menurut info dari ichwan bahwa anak-anak masyarakat di pulau ketika menjelang sore mereka aktif mengaji hingga waktu Isya. 

Salah satu tempat pendidikan yang kami singgahi di desa tejang pulau sebesi yakni TPQ Al-hidayah binaan ustadzah Manda. Senang banget ngelihat suasana anak-anak ngaji dan bersholawat. Kami diajak masuk ke ruang pengajian untuk melihat langsung isi rak Al-Quran. Kaget banget, lemari 3 susun yang ternyata isinya Al-Quran lama kondisinya sudah tak layak pakai, halamannya sudah hilang-hilang dan beberapa masih digunakan untuk mengaji. 

di TPQ Al-hidayah binaan ustadzah Manda ini jumlah santri yang mengaji kurang lebih ada 80 orang. Ada yang tingkatan mengajinya Iqro, Juz Amma dan Al-Quran. Karena membawa Al-Qurannya sedikit untuk sementara baru bisa dikasih 40 mushaf. 

Ustadzah Manda menyampaikan rasa syukur kepada para wakif semoga berkah selalu diberikan nikmat iman dan nikmat Islam serta dijaga kesehatannya dan diluaskan rezekinya. Mohon doa agar anak didik kami menjadi para penghafal Al-Quran Amin ya robbal alamin.
Read More

Tak ada yang jual AlQuran di Pulau Sebesi


Pulau sebesi merupakan pulau terluar yang terletak di antara Selat Sumatera dan Jawa berdekatan dengan anak Gunung Krakatau. Mayoritas penghasilan utama masyarakat di pulau sebesi dari hasil berkebun, seperti pisang, kopra dan kakao. 

Untuk menuju ke pulau sebesi tim BWA berangkat dari pelabuhan Canti dengan menggunakan transportasi umum kapal laut KM Batanghari 2. Setelah loading Al-Quran sebanyak 500 eksemplar perjalanan pun dimulai. Baru aja keluar dari dermaga canti sekitar 15 menit kapal sudah mulai oleng dihantam gelombang 2,5 meter dari arah tenggara laut. 

Perjuangan yang sangat luar biasa dalam menyampaikan amanah Al-Quran wakaf ke wilayah pulau terluar di provinsi Lampung. Selama di kapal salah satu tim program Weli Kurniawan menggali cerita kepada nahkoda kapal, Kapten Isnan. "Perjuangan Tim BWA ini sangat luar biasa, menyeberangi laut yang kondisi cuacanya tidak menentu, membawa Al-Quran yang merupakan pedoman petunjuk hidup".ujar Capt Isnan. 

Bantuan Al-Quran seperti ini sangat diperlukan sekali bagi kami masyarakat yang ada di pulau, untuk memiliki Al-Quran masyarakat harus membeli ke kota Kalianda. Al-Quran paling murah memang harganya hanya Rp100.000 Mas, tapi kan ongkosnya ini bisa dua kali lipat. Kalau naik kapal aja PP Rp60.000 itu belum makan dan lain-lain. Di Pulau sebesi anak-anak kalau sudah waktu sore aktif mengaji. Maka jangan heran kalau nanti tim keliling pulau akan banyak menemui kondisi TPQ yang Al-Qurannya sudah rusak dan hilang halamannya.
Read More

Minggu, 11 Juni 2023

Puluhan tahun tak berharap bayaran

Pada saat pendistribusian Al-Quran di pulau Batu Atas timur, team BWA singgah di TPQ Ar rahim yang dibina oleh ustadzah Wayku. Beliau mempersilahkan tim BWA masuk melihat langsung santri yang sedang belajar Iqro dan Al-Quran. 

Sore itu jumlah santri yang hadir ada sekitar 30 Santri sedangkan kondisi yang team BWA lihat di rak penyimpanan buku-buku hanya terdapat beberapa Al-Quran saja yang layak pakai, dan Al-Quran yang lainnya banyak sudah lusuh dan tak layak pakai. 

Ustadzah Wayku menceritakan kepada kami bahwa beliau ini sudah mengajar lebih dari 40tahun sejak masih remaja hingga kini sudah memiliki cucu. Tidak ingin anak-anak generasinya buta huruf Al-Quran ustadzah Wayku pun tidak mengharapkan bayaran dari orang tua santri karena memang ustadzah paham betul kondisi ekonomi masyarakat pulau mencari uang itu setengah mati bergantung dengan kondisi alam laut. 

Tapi alhamdulillah sudah 2 periode kepala desa batu atas timur mulai memperhatikan guru ngaji, sebulan ustadzah Wayku mendapat intensif dana desa 150rb yang diberikan per 6 bulan sekali.

Selama kekurangan Al-Quran dari BWA 2016 lalu ustadzah Wayku menyisihkan uangnya untuk membeli Al-Quran ke Bau-bau 2-3 buah Al-Quran untuk mengaji bergantian.
Read More

1 Al-Quran setara 600ribu

Setelah 23 jam berlayar dengan kondisi ombak yang cukup keras dari arah timur laut. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di pulau Batu Atas tepatnya di desa Batu Atas Timur

Selama dikapal memang serba salah kalo sudah musim ombak keras, tiduran bosan duduk pun badan oleng. bahkan beberapa santri mabuk laut selama perjalanan dan yang lebih sengsaranya santri tidak bisa memasak dengan kondisi kapal yang di ombang ambing gelombang laut, dan akhirnya team pun harus bertahan menahan lapar ditengah gelombang laut. 

Dari kejauhan pulau batu atas sudah agak nampak namun di waktu subuh ini kami masih belum bisa sandar di pelabuhan hingga akhirnya menunggu gelombang reda. Jam 10.30Wita kami sandar agak ke tengah laut karena dermaga nya agak dangkal khawatir kapal kami karam. 

Jam 11.00 team kedaratan jumpa dengan Kepala Desa Batu Atas Timur. Bapak Anhaluddin sedikit perkenalan dari team BWA dengan maksud tujuan membagikan Al-Quran wakaf dan iqra. 

Sebagai kepala desa saya sangat terharu sekali kedatangan saudara dari jauh yang sedia datang di Pulau terpencil ini di ujung Sulawesi Tenggara, apalagi ini Mulia sekali membawa Al-Quran wakaf untuk masyarakat kami. Pernah datang juga bantuan dari Badan Wakaf Al-Quran tahun 2016 lalu sebanyak 1000 buah Al-Quran untuk 1kecamatan/7desa yang sampai saat ini kondisi Al-Quran nya sudah rusak. 

Semenjak belum adanya bantuan Al-Quran lagi, masyarakat kami kalau membeli Al-Quran harus ke kota Bau-bau. yang jika diuangkan Al-Quran sekarang Rp130.000 ditambah ongkos naik kapal pulang pergi kalo dihitung 600ribuan. Artinya satu Al-Quran bisa seharga itu. ujar Bapak Anhaluddin. 

Beliau menyebutkan di desanya ini terdapat 6 TPQ alhamdulillah yang diberikan BWA untuk desa kami ada 560 buah yang insyaallah setiap Kepala keluarga disini mendapatkan 1buah Al-Quran. Dengan semangatnya team BWA langsung diajak berkeliling desa membagikan AlQuran ke TPQ dan ke masyarakat. 

Barakallahu tanggapan masyarakat sangat luar biasa salah satunya ibu Wa Ode Amira yang mendapatkan Al-Quran saat team BWA berkeliling desa. Beliau menyampaikan rasa terimakasih yang sangat dalam tahun ini dapat Al-Quran padahal tahun 2016 lalu beliau berharap agar dapat Al-Quran juga tapi karena sedang pergi sehingga tidak kebagian. semoga menjadi pahala jariyah untuk para pewakif aamiin.
Read More

Sabtu, 11 Februari 2023

Pulau Bukide, 1 Al-Quran untuk 4 anak.

 
09/02/23
Rencana tim BWA kali ini akan menyampaikan amanah Al-Quran wakaf sampai ke pulau-pulau kecil yang ada di sebelah timur Pulau Sangihe. Dan salah satu pulau kecil yang akan disinggahi yakni Pulau Bukide. 

Untuk sampai di Pulau Bukide, tim harus menyeberangi laut menggunakan kapal Pumpboat kurang lebih 90 menit dari pelabuhan petta. Perjalanan Menuju Pulau Bukide, tim ditemani oleh partner lapang Ustad Sapri saenong dan Ustad Sutardji. 

Di Pulau bukide tim sampai di Masjid Al Hijrah Limbodo, Kampung Bukide Timur, Kecamatan Nusa Tabukan. Masjid ini dibangun tahun 90 dan jumlah penduduk muslim yang tinggal di sini ada 40 KK. Alhamdulillah kedatangan tim BWA disambut oleh ketua DKM masjid Bapak Wibisono. 

Sebanyak 60 eksemplar Al-Quran yang diamanahkan, kami berikan untuk masyarakat yang tinggal di kampung Bukide Timur, lingkungan Limbodo. Al-Quran diterima langsung oleh Bapak Wibisono, beliau sangat terharu sekali menerima Al-Quran wakaf karena baru pertama kali ini ada lembaga yang datang memberi bantuan Al-Quran. Karena sebelumnya kami harus bersusah-susah untuk meminta Al-Quran apalagi ini akan menyambut bulan Ramadan. Alhamdulillah adanya Al-Quran wakaf ini akan disampaikan ke tiap-tiap kepala keluarga yang ada di sini harapannya satu KK dapat Al-Quran. 

Setelah serah terima Al-Quran, kemudian Bapak Wibisono mengajak tim untuk melihat langsung kondisi Al-Quran yang ada di rak lemari masjid. Ternyata ada banyak sekali Al-Quran yang kondisinya udah rusak, sedangkan yang masih utuh dan layak pakai hanya ada 8 mushaf. Bapak Wibisono menyampaikan rasa syukur terima kasih karena sebelumnya di Pulau bukide ini bertahun-tahun anak-anak kami mengaji menggunakan satu Al-Quran dipakai bergantian "bahkan satu Al-Quran pun untuk berempat". Ujar bapak Wibisono

Read More

Jumat, 10 Februari 2023

Dilema dakwah Pulau terpencil

Jumat 10 Februari 2023
Distribusi Al-Quran di wilayah kepulauan memang selalu memiliki cerita yang sangat menarik, dan hari ini perjalanan tim BWA sampai ke ujung selatan Pulau Tahuna tepatnya di desa ngalipaeng 2.

Selama dua setengah jam perjalanan darat melewati perbukitan tepat jam 11.30 team BWA sampai di Masjid Al Fajar ngalipaeng 2, Alhamdulillah langsung berjumpa dengan Ustadz Abdul Hafiz (Dai Pulau terpencil Kepulauan Sangihe asal Parigi motong Sulawesi Tengah). 

Setelah melaksanakan salat Jumat Ustadz Abdul Hafiz sebagai takmir masjid langsung berdiri memberikan pengumuman kepada masyarakat adanya kehadiran tim BWA di lingkungan ngalipaeng 2. Rupanya beliau masih ingat betul awal pertama kali kami survei saat datang tanggal 18 November 2021 ketika itu jaringan sinyal Hp masih belum ada di desa ini dan jalan yang ditempuh pun selama lima setengah jam dari kota Tahuna. 

Alhamdulillah sebanyak 160 eksemplar Al-Quran diberikan langsung kepada Ketua Majelis Taklim, Badan takmir masjid dan para santri yang hadir di saat salat Jumat. Diserahkan dari partner lapang BWA Ustadz Sapri Saenong dan Weli Kurniawan program BWA. Setelah pembagian Al-Quran kami diajak makan siang dan diajak berkeliling ke gedung TPQ untuk melihat langsung anak-anak yang sedang mengaji. 

Bangunan madrasah yang di gunakan menjadi TPQ ini rupanya menjadi pusat kegiatan belajar anak-anak masyarakat desa ngalipaeng 2, bangunannya sudah tua atap plaponnya sudah banyak yang rontok tapi beginilah kondisi di kepulauan. Dari TPQ tim BWA diajak menuju ke pelabuhan Alhamdulillah sepanjang jalan banyak jemuran hasil panen buah pala. Buah pala ini merupakan salah satu penghasilan utama hasil kebun dari masyarakat di Kepulauan Sangihe.

Di pelabuhan ngalipaeng 2 Ustadz Abdul Hafiz berbagi cerita pengalaman dakwah kepada tim BWA, yang sampai saat ini masih beliau jalani. Datang ke desa ngalipaeng 2 tahun 2007 dengan niat mengembangkan dakwah Islam, menjadi guru madrasah sampai akhirnya mendapat jodoh dan menetap di sini. 

Saya bersyukur sekali bantuan Al-Quran wakaf sebanyak ini karena baru pertama kali apalagi beberapa bulan lagi menyambut Ramadan tentu masyarakat akan semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaannya dengan membaca dan mempelajarinya. Insya Allah beberapa Al-Quran terjemahan yang diberikan ini juga akan saya berikan ke pulau sebelah di Pulau beeng laut dan pulau beeng daratan. 

Cerita dakwah tentang pulau beeng laut umat muslim tinggal 8 KK dan sisanya non Islam. Sampai saat ini saya sering prihatin, karena kalau masuk salat Jumat seperti ini jika tidak ada Dai yang ke sana biasanya tidak ada salat Jumat sedangkan jalan menuju ke pulau beeng laut harus menyewa kapal pamboat dengan biaya Rp 1.500.000 pulang pergi. Bilamana ada kedukaan biasa masyarakat Pulau beeng Laut memanggil kami untuk melaksanakan fardhu kifayah. Ujar Ustadz Abdul Hafiz.

Read More

Senin, 23 Januari 2023

Pelepasan distribusi al-quran tahap #2 Jawa Tengah

Wonosobo - Menutup Bulan Januari tahun 2023 ini Badan Wakaf Al Quran (BWA) membagikan 20.000 Al Quran wakaf di beberapa kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah. Yaitu Kab. Wonosobo, Kota Salatiga, Kab. Pemalang, Kab. Semarang, Kab. Grobogan, dan Kab. Magelang.

Distribusi Al Quran Wakaf ini dimulai di Kab. Wonosobo tepatnya di Oemah Alam Mandala. Distribusi kali ini merupakan kedua kalinya BWA datang ke wonosobo dan untuk distribusi saat ini merupakan tahap pertama dari rencana 114.000 untuk provinsi Jawa Tengah. 

Mas Joko yang merupakan salah satu pembina di Oemah Alam Mandala yang sekaligus merupakan PJ daerah distribusi untuk wilayah Kab. Wonosobo mengatakan, "Alhamdulillah BWA bisa datang kembali lagi ke Wonosobo ini. Sangat kami tunggu-tunggu karena memang kebutuhan Al Quran di pelosok khususny di kab. Wonosobo masih sangat kekurangan."

"Mudah-mudahan distribusi kali ini bisa mengurangi beban masyarakat yang ingin memiliki Al Quran namun masih memiliki kendala untuk mendapatkannya, apalagi kurang lebih 2 bulan lagi akan memasuki bulan puasa dan Al Quran ini pasti akan sangat dibutuhkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan pengajian di bulan puasa nanti." Tutupnya. 

Didik W.S,  Head of Program I BWA di Alun-Alun Sapuran, Kab. Wonosobo. Selasa 24 Januari 2023, Menyampaikan bahwa Al Quran wakaf yang dibawa pada saat ini masih sangat kurang untuk membantu masyarakat yang sulit mendapat Al Quran karena berdasar data dari dukcapil kemenadgri tahun 2021 Jawa Tengah memiliki penduduk (muslim) sebanyak 36,21 jiwa.

Dalam kegiatan distribusi Al Quran Wakaf kali ini BWA berkesempatan untuk simbolis penyerahan Al Quran dengan Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat,  S.Ag. di Alun-Alun Sapuran, Kab. Wonosobo, Prov. Jawa Tengah. 

"Tidak lupa BWA mengucapkan terima kasih banyak kepada Oemah Alam Mandala, Mas Joko (Oemah Alam Mandala), Mas Koko (IOF), BPBD Wonosobo, RPB Sobo alas, Surodilogo, Wirasakti, Polsek Kalikajar & Watumalang. Komunitas Rakyat Wonosobo (Rawon), Paguyuban basecamp sekedu utara, Tagana, dan Keluarga Besar Curtina, dan pihak-pihak lainnya yang telah mensupport BWA dalam Distribusi 20.000 Al Quran Tahap I untuk Jawa Tengah ini mudah-mudah tetap terus bisa bersinergi kedepannya." Ujar Didik W.S

"Terima kasih juga kepada para wakif yang telah ikut mensukseskan kegiatan distribusi Al Quran kali ini, mudah-mudahan menjadi amal jariyah. dan bagi yang belum berwakaf masih ada kesempatan untuk berwakaf di program Wakaf Al Quran dan Pembinaan (WAP) 114.000 Al Quran untuk Jawa Tengah ini."  www.bwa.id
Read More

Sabtu, 14 Januari 2023

Berbagi Al-Quran di Bumi Sikerei

Rabu 11/01/23
Masyarakat setempat menyebut negeri mereka (kepulauan mentawai) dengan nama Bumi Sikerei. Kabupaten ini lahir tahun 1999 terletak di sisi barat Pulau Sumatera. Terdiri dari 4 pulau utama, Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. 

Dengan penduduk sekitar 92.021 jiwa data tahun 2019 yang tersebar di 43 desa atau 10 kecamatan. Kabupaten ini memiliki ibukota Tuapejat yang berlokasi di Sipora Utara. 

Awal Januari ini, team BWA hadir kembali kepulau Mentawai memperluas sebaran distribusi Al-Quran hingga ke pulau pulau terpencil. Berangkat dari pelabuhan Muaro padang jam 07.00wib sampai pelabuhan tuapejat jam 10.15wib menggunakan kapal Mentawai fast biaya Rp 280.000 perorang untuk kelas ekonomi dengan jarak tempuh 85mil/153km.

Sampai di sipora langsung kami berkoordinasi dengan partner lapang BWA Uda Firdaus, rencana distribusi Al-Quran di wilayah sipora ini akan diutamakan terlebih dahulu untuk Pesantren, TPQ & TPA baru setelah itu ke masyarakat. 

Berangkat dari masjid miftahul janah siang team BWA menuju ke SP3 (Satuan Pemukiman) wilayah transmigrasi Desa Bukit Pamewa. Bertemu dengan pak Asep takmir Masjid kami sampaikan tujuan kedatangan team BWA membawa al-quran Wakaf. Begitu kami dipersilahkan masuk masjid mata kami tertuju ke arah mimbar dengan banyaknya tumpukan al-quran. 

Terkejut, karena dari sekian banyak tumpukan al-quran dan iqra tidak ada satupun al-quran layak yang dapat digunakan. Kami cek rata-rata al-quran disini cetakan tahun 1982. Pak Asep bercerita ke Team, beliau mengungkapkan bahwa selama ini belum pernah ada bantuan sama sekali bahkan ini al-quran yang di bawa BWA adalah pertama kali bantuan sampai disini. Terus kalo kondisi masyarakat juga bahkan ada yang tidak memiliki al-quran. Kondisi seperti ini bertahun-tahun masyarakat alami apalagi masuk bulan ramadhan kalo tidak ada al-quran ya kan sulit untuk tadarusan. 


Alhamdulillah sebanyak 40 eksemplar al-quran Wakaf dari BWA kami terima, insyaallah beberapa kami taro di masjid sisanya dibagikan ke masyarakat agar kebagian semua. Ujar pak Asep DKM Masjid SP3 Bukit Pamewa.

Sebelum melanjutkan perjalanan tak lupa beliau mendoakan untuk team BWA, donatur dan para wakif semoga ini semua menjadi amal pahala jariyah. Aamiin. Jangan pernah lupakan kami semoga suatu saat nanti team BWA datang kembali kesini.
Read More

Rabu, 11 Januari 2023

Rumah anak berkebutuhan khusus Lintau Buo

Senin 09/01/23
Hari ini kami berencana mengantarkan amanah al-Quran wakaf dan juga beberapa titipan sembako bersama dengan komunitas S3 Tanah Datar. Oh iya S3 Tanah Datar ini kepanjangan dari Sedekah Sehari Seribu yang diketuai oleh Uni Fauzia Rasna ke Rumah asuh ummy iis Balai okok tepatnya di daerah Lintau Buo Sumatera Barat. 

Alhamdulillah sejak 2016 lalu team BWA bersinergi dengan rumah' tahfidz dengan hati Pagaruyung dan 2020 juga bersama komunitas S3 Tanah Datar menyalurkan bantuan Al-Quran wakaf ke pelosok-pelosok terutamanya di Tanah Datar. 


Setelah sholat Dzuhur di Masjid Bundo Kanduang team berangkat dari Pagaruyung menuju Lintau Buo kurang lebih jaraknya 32Km atau sekitar 1 jam perjalanan darat. Sepanjang perjalanan melintasi hamparan lahan pertanian, sepertinya daerah Tanah Datar ini baru selesai panen padi semoga hasil panennya melimpah Aamiin. Diperjalanan kami juga disuguhkan dengan pemandangan pemandangan yang indah melawati bukit ( puncak pato) yang lerengnya cukup terjal untuk dilalui apalagi daerahnya rawan longsor. 

Sekilas tentang Lintau Buo, jumlah masyarakatnya sekitar 36.462 jiwa data BPS tahun 2020.

Jam 15.30 kami sampai dirumah Uni Sri Candra nurlaili atau yang biasa dipanggil Ummy Is. Dirumah asuh ini ada 12 anak yang tinggal, dan paling kecil usia 4 tahun. Rata-rata anak yang tinggal disini memiliki banyak problem dalam kehidupan. 

Kami diperkenalkan satu persatu meski tidak semua latarbelakang anak-anak diceritakan. "Disini ada anak dari suku mentawai yang menjadi mualaf sekarang tinggal bersama Uni agar bisa mengenyam pendidikan, ada anak korban pelecehan seksual, bahkan yang paling kecil anak usia 4tahun ini ibunya menjadi ODGJ & kakaknya diperkosa sama ayah tirinya sendiri. Alhamdulillah anak-anak disini kami didik, diajarkan mengaji dibekali ilmu agama. 

Kedatangan team BWA bersama komunitas S3 bersyukur sekali anak anak kami dijenguk diberi bantuan berupa donasi, sembako dan Al-Quran.  Doakan kami agar memiliki pondok kecil yang terpisah dengan rumah untuk anak-anak lebih fokus belajar mengaji, semoga anak anak kami menjadi penghafal Al-Quran aamiin ya rabbal alamin.

Read More

Senin, 09 Januari 2023

Surau peradaban islam di tanah minang



Minggu 8/1/23

Saat team BWA distribusi Al-Quran di Surau Darul Hikmah Kampung tengah Pagaruyung, Kec Tanjung emas Batusangkar kami bertemu dengan Datuk Thamrin beliau berprofesi sebagai guru ngaji.

Uniknya dikala usia beliau melewati angka 72tahun yang namanya urusan pendidikan agama masih sangat bersemangat. Datuk Thamrin mulai mengajar ngaji dari tahun 1978 sampai saat ini, artinya sekitar 44 tahun ia terus mengemban dakwah. 

Saat bertemu dengan team BWA banyak menuturkan cerita pengalaman mendidik. Masa-masa tahun 70an dikala pasca terjadinya perang PRRI dimana banyak masyarakat Sumatera Barat saat itu terjadi genosida namun Datuk Thamrin tetap menghidupkan aktivitas surau dengan membina akhlak dan pengetahuan agama islam bagi anak-anak muda di generasinya. 

Pada tahun 80an anak-anak mengaji di surau semakin banyak hingga mencapai lebih dari 100orang yang belajar mengaji, kala itu dengan ukuran surau yang kecil anak-anak mengaji al-quran bergantian di surau dengan 5 lampu petromak sebagai lampu penerang anak-anak mengaji. Kalo sudah mengaji apalagi bulan Ramadhan tadarusan itu bisa sampai jam 1 malam. 

Surau selalu menjadi tempat teramai bagi anak-anak mengaji meskipun kerap kali dalam belajar al-quran, batang rotan Datuk Thamrin menghampiri anak didiknya. meskipun terlihat keras namun ternyata pengajaran seperti itu ditahun 80an selalu membekas bagi anak didiknya. Bahkan ada anak didik Datuk Thamrin kala itu akan mengikuti lomba MTQ saat belajar itu kerap dapat salam dari batang rotan meski mengajinya sambil mengeluarkan air mata tapi Alhamdulillah pelajarannya jadi membekas sampai ini anak berhasil menjadi Qori terbaik mewakili daerah Pagaruyung. 

Datuk Thamrin mengatakan dalam mendidik anak-anak "Rasulullah SAW bersabda: "Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat sedang mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena tinggal sholat sedang mereka berusia 10 tahun." tahun 80-90an itu mencari al-quran sangat sulit karena terbatas yang menjual maka dari itu surau menjadi tempat yang berarti bagi kami ditanah minang. 

Kalo menang lomba MTQ senangnya bukan main karena sudah pasti akan dapat al-quran baru. Guru-guru ngaji seperti kami tidak mendapat bayaran karena piti saat itu susah jadi biasanya dari zakat fitrah setiap tahun sekali, dan sampai akhirnya masuk tahun 90an listrik mulai mengalir ke surau kami. 

Sekarang anak didik kami sudah banyak jadi guru ngaji dan tentunya surau pun semakin bertambah. Alhamdulillah kedatangan team BWA membawa al-quran sangat diperlukan sekali bagi surau kami semoga bantuan al-quran terus ada untuk kami biar terus dapat menunjang dan mensuport kegiatan belajar mengajar di surau.

Read More

Senin, 26 Desember 2022

Perjalanan menuju Sebatik

22/12/22
Sebatik merupakan salah satu pulau yang memiliki batas border langsung antara Indonesia dengan Malaysia. Secara administratif Kota Kecamatan Pulau Sebatik masuk dalam Kabupaten Nunukan kalimantan Utara. 
Untuk menuju Pulau Sebatik perjalanan dari pelabuhan speed menggunakan speedboat Sinar Baru, dari Tarakan jaraknya kurang lebih 94 km sampai di pelabuhan senyamuk atau 3 jam menyusuri selat di antara pulau. Sedangkan biaya tiket yang dikeluarkan per orang harganya Rp 280.000.

Sampai di pelabuhan senyamuk 13.30 wita tim BWA dijemput oleh koordinator lapang Ustd Irfan, team BKPRMI sebatik utara, dan pengusaha muslim Pulau Sebatik Bang Arman atau yang biasa dipanggil emang. Siang ini setelah koordinasi teknis di rumah makan Hasanah team membagi tugasnya masing-masing. Karena Insya Allah tanggal 23 Desember Al-Quran akan langsung dibagikan ke penerima manfaat di masjid nurul huda.

BKPRMI sebatik utara ustd umar bertugas mengkoordinir ketua TPQ, TPA dan majelis taklim, Ustd irfan mengatur droping Al-Quran, Ustd Ghani mengadministrasi seluruh penerima manfaat wakaf Al-Quran.

Sore harinya kami tim BWA keliling mengunjungi beberapa TPQ untuk melihat langsung kondisi Alquran yang ada di TPQ, khususnya di wilayah kepulauan. Salah satunya TPQ Nur Muhammad. Meskipun TPQ ini baru berdiri pada Desember 2021 ternyata jumlah santri yang belajar ada 230 Santri yang dibina langsung oleh Ustad Agus Salim pendiri TPQ. 
Ustad Agus Salim kepada tim BWA, "program wakaf Al-Quran ini sangat bagus sekali apalagi untuk wilayah perbatasan dan kepulauan seperti ini. Al-Quran terjemahan sangat dibutuhkan untuk di wilayah pelosok sebagai alat media belajar, jadi kegiatan ini jangan hanya sekali dua kali. H iarapan kami programnya terus-menerus, agar Al-Quran ini menjadi pedoman hidup. 

Terima kasih kami ucapkan untuk para wakif yang telah membantu kami memiliki mushaf Al-Quran. Semoga menjadi pahala jariyah aamiin
Read More

Kamis, 22 Desember 2022

Di sini satu Al-Quran digunakan untuk delapan orang warga binaan

21/12/22
Setelah mengantarkan team BWA ke pelabuhan ASDP menuju pulau sebatik H.Faisal bersama rekan team trabas melanjutkan estafet distribusi Al-Quran ke TPQ, Majelis Taklim dan ke Warga binaan Rutan Tarakan. 

Menarik ketika H. Faisal dan team trabas tiba di Rutan lalu bertemu dengan Ustadz Warga binaan. “Awalnya team trabas mengalokasikan 200 Al-Quran namun setelah mewawancarai Ustd warga binaan yang ternyata kebutuhan Al-Quran disini sangat tinggi bahkan satu Al-Quran itu dipakai berdelapan. Melihat semangat warga lapas yang sangat tinggi untuk mempelajari Al-Quran, maka tim BWA memberikan Al-Quran sebanyak 400 eksemplar. 

Ustd Warga binaan menyampaikan, "Bagaimana caranya kita mengadakan pembinaan, bukan hanya bisa membaca Al-Quran tapi juga paham makna dan isinya, terus bagaimana mengamalkannya kalo Al-Qurannya saja satu berdelapan tentu ini menjadi kendala".

Kami berharap dengan ketersediaan Al-Quran yang memadai dapat meningkatkan semangat warga lapas untuk terus membaca dan mempelajarinya.


Read More

Rabu, 21 Desember 2022

Menuju Tarakan, Persiapan pembagian al-quran


Senin 19 Desember 2022 rombongan tim BWA bertolak dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Juwata Tarakan dengan jarak tempuh perjalanan 1.365 mil (2.196 km). berangkat jam 09.30Wib dan tiba jam 13.35Wita.

Sampai di Bandara team langsung dijemput oleh H. Faisal Rouf, beliau merupakan sosok Inspirasi Pengusaha Muslim Kalimantan Utara. Setelah diajak makan siang bersama, team BWA diajak ke daerah selumit pantai yang merupakan salah satu wilayah terpadat di kota Tarakan. 

Sore ini tim BWA diajak oleh Haji Faisal menyusuri jalan gang menuju Masjid Raufurahim di selumit pantai, masjid ini baru dibangun 1 tahun dan letaknya di tengah laut. Dan untuk membangunnya pun membutuhkan perjuangan yang sangat ekstra, alhamdulillah masyarakat sangat mensuport sekali keberadaan masjid ini. Di sepanjang jalan yang kami lewati banyak bangunan rumah yang terbuat dari papan kayu. Karena bangunannya padat dan jaraknya berdekatan di daerah ini juga rawan terjadi kebakaran, sedangkan mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. 

Selain itu di dekat wilayah selumit pantai juga terdapat Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) satwa langka endemik khas Kalimantan. Di sini juga merupakan benteng terakhir habitat bekantan Kalimantan dengan luas area 21 hektar dan mayoritas areanya berupa rawa dan hutan kota. 

Rupanya Haji Faisal mengajak Tim BWA untuk melihat masjid ini bukan tanpa alasan, beliau ingin mengaktifkan kegiatan belajar mengaji TPQ,TPA di masyarakat agar terpusat di masjid. "Membangun SDM juga sangat penting karena jika taraf ekonomi masyarakat meningkat Insya Allah tindak kriminal pun juga akan semakin menurun tentu hal ini juga harus dibenahi mulai dari ibadahnya, pemahaman agamanya yang tentunya harus berdasarkan Al-Quran dan hadist ujar "Haji Faisal".
Oleh karena itu dengan datangnya tim Badan Wakaf Al-Quran yang mengalokasikan 7.000 Al-Quran untuk wilayah Tarakan di tahap pertama ini sangatlah tepat meskipun untuk wilayah selumit pantai baru mendapatkan 500 eksemplar. Meskipun jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang ada di selumit pantai sejumlah 18.000 KK tentu ini masih sangat kurang. 

Kami berharap agar di tahun depan BWA dapat datang kembali membawa Al-Quran lebih banyak lagi sehingga kelak generasi kami menjadi generasi yang cinta dengan Al-Quran. Tidak luput juga kami selalu mendoakan kepada muwakif agar dilapangkan rezekinya dan dimudahkan segala urusannya Amin ya robbal alamin. 
Read More

20.000 Al-Quran tahap pertama Kalimantan utara

Di penghujung Akhir Tahun 2022 tepatnya 19 Desember Tim BWA melaksanakan amanah distribusi Al-Quran wakaf di wilayah Kalimantan Utara tahap 1.

Dari 20.000 Al-Quran alhamdulillah sudah kami dropping ke beberapa wilayah untuk disebarkan seperti di Tarakan 7.000, Bulungan 5.000, Malinau 1.000, Sebatik 5.000 & Tanah Tidung 2.000. 

Alhamdulillah selama kegiatan pendistribusian Al-Quran team BWA juga dibantu oleh H. Faisal rauf tokoh pengusaha Kalimantan Utara. 

BWA dalam distribusi al-quran *kembali bekerjasama dengan Lembaga Wakaf Nurul Taqwa (LWNT) Indosat dalam program bersama al-quran pelosok negeri* dan juga bekerjasama dengan BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) kota tarakan. Ustadz Syahrani menyampaikan untuk dikota tarakan ada sebanyak 165 unit lembaga TPQ yang insyaallah akan sangat membutuhkan al-quran. Jadi pembagian al-quran wakaf ini sangat pas sekali untuk memudahkan sarana belajar.Jadi ini kerjasama yang baik, Badan Wakaf Al-Quran menyediakan al-quran nya, dan kita sebagai guru ngaji yang berjuang mengajarkannya ke ummat. 

H. Hazairin (babeh) selaku direktur program menyampaikan bahwa al-quran wakaf ditahap pertama ini kemungkinan akan banyak masyarakat yang akan belum kebagian, karena yang di utamakan adalah lembaga-lembaga pendidikan terlebih dahulu seperti TPA, TPQ, Pondok Pesantren dan Majelis Taklim. Harapannya pembagian al-quran wakaf ini bisa menjangkau saudara saudara kami yang tinggal di pelosok, di perbatasan negeri dan di pulau-pulau terpencil. 

Mohon doa di waktu waktu mendatang PR yang 80.000 bisa segera di wujudkan dan doa kami ini menjadi pahala mengalir untuk orang yang ber Wakaf dan orang-orang yang ikut andil memudahkan distribusi ini dilapangan seperti H. Faisal dan kawan-kawan.

Mari wujudkan keinginan sodara muslim memiliki Al-Quran di pelosok Indonesia

Read More

Senin, 12 Desember 2022

Banda elat, perjuangan menjaga aqidah

Minggu 04/12
Setelah beberapa hari menyampaikan amanah Al-Quran wakaf di wilayah kepulauan Kei kecil, hari ini tim BWA berencana menyeberangi laut ke pulau Kei besar. Alhamdulillah cuaca hari ini cerah meskipun beberapa minggu yang lalu awal musim barat hujan terus. 

Perjuangan menyampaikan amanah Al-Quran wakaf terbilang sulit, apalagi wilayahnya kepulauan tentu transportasi menjadi salah satu kendala. Sekalipun ada angkutan umum seperti kapal ferry jadwalnya pun terbatas dan jadwal yang tidak menentu seperti ini menjadi kendala dalam kegiatan distribusi Al-Quran. 

Alhamdulillah seringkali dalam kegiatan distribusi tim BWA mendapatkan banyak kemudahan salah satunya seperti pinjaman kapal untuk mengangkut Al-Quran menyeberangi Laut Banda. 

Menurut Ustaz Idris "Laut Banda ini merupakan salah satu laut terdalam yang ada di Indonesia. Jadi bila ingin bepergian agak jauh hendaknya menggunakan kapal yang agak besar bukan model ketinting nelayan, apalagi kegiatan kita ini menyampaikan amanah Al-Quran wakaf. 

Setelah semua persiapan selesai dan Al-Quran sudah di muat loading dalam kapal jam 16.00 WIT tim berangkat menuju kei besar tepatnya di Banda elat. Perjalanan menyeberangi Selat Laut Banda kurang lebih 1 jam dari jembatan Watdex. 

Alhamdulillah sampai di pelabuhan Banda Elat team BWA dijemput masyarakat langsung menuju ke masjid An-Najm Kei Besar. Barakallahu sebanyak 720 Al-Quran wakaf langsung dibagaikan ke TPQ, TPA, Majelis Taklim Banda Elat di bagi ke 4 komplek permukiman islam (depur, wakatran, elat, wakol). 

Pas banget sore ini adik-adik santri dari TPQ hendak mengaji dan mereka datang ke masjid membawa Al-Quran yang sudah rusak. Jadi amanah Al-Quran wakaf dari para wakif langsung kita bagikan satu persatu ke para santri. 

Banyak guru TPQ dan dari Majelis Taklim terharu melihat kedatangan Al-Quran yang sebegini banyaknya, ternyata itu baru pertama kalinya ada bantuan Al-Quran yang banyak seperti ini. Yang insya Allah hampir setiap kepala keluarga mendapatkan satu Al-Quran.
Read More

Sabtu, 03 Desember 2022

Tidak tersentuh bantuan, Pesantren ini butuh Al-Quran

Kamis 1/12
Misi perjalanan distribusi Al-Quran kali ini adalah wilayah pulau-pulau terpencil yang ada di Kepulauan Kei Maluku Tenggara. Harapannya setiap kepala keluarga mendapatkan satu mushaf Al-Quran wakaf dari BWA. Meskipun kami sadar betul bahwa rasanya Al-Quran yang kami bawa saat ini belum mencukupi untuk seluruh KK Muslim. 

Hari ini tim BWA akan menyampaikan amanah Al-Quran wakaf ke salah satu pesantren di Tetoat, perjalanan dari Islamic Center Kota Tual kurang lebih 1 jam menggunakan mobil sampai di dermaga jembatan Dian pulau. Jadi karena jembatannya masih rusak maka tim harus menyeberang menggunakan sampan sekitar 20 menit kemudian lanjut menggunakan ojek. 

Sampai di pondok pesantren Nurul jadid Tetoat 13.00WIT rupanya Tim BWA sudah ditunggu oleh para guru dan Santri. Kedatangan tim pas banget hujannya deras  jadi sambil menunggu hujan reda sebelum Al-Quran dibagikan ke para santri tim berkesempatan untuk menggali cerita lebih dalam. 

Jadi salah satu guru yang kami wawancarai Ustd. Suburban Lambode beliau menyampaikan biasanya untuk memenuhi kebutuhan Al-Quran di pesantren kami dari sekolah mengambil sedikit dari alokasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dapat digunakan untuk membeli Al-Quran kurang lebih 5 buah per tahun. Melihat kondisi pendidikan seperti ini apalagi pesantren masa iya tidak ada Al-Quran nya maka kadang ada guru juga yang berinisiatif mewakafkan Al-Quran tapi tidak banyak sekitar 3 sampai 5 buah. 

Jumlah Santri di pondok pesantren Nurul Jadid tetoat ada sekitar 150 santri. Tentu dengan jumlah Al-Quran yang sedikit kegiatan belajar mengajar jadi terhambat. Sedangkan anak santri yang belajar di sini kebanyakan dari keluarga menengah ke bawah rata-rata pekerjaan orang tuanya adalah nelayan dan berkebun. 

Alhamdulillah ini adalah kali pertamanya Pesantren mendapatkan bantuan wakaf Al-Quran sebanyak ini dengan jumlah 100 mushaf. Di tengah lapangan Al-Quran wakaf langsung dibagikan kepada para santri yang masing-masing dapat satu buah Al-Quran. Harapannya Al-Quran ini dapat menjadi pegangan para santri untuk dipelajari dan diamalkan. 

Semoga melalui Al-Quran wakaf ini menjadi pahala Jariyah untuk kita semua amin ya robbal alamin. 

Read More

Kamis, 01 Desember 2022

Doa bersama untuk Gempa Cianjur

Selasa 29/11
Saat ini tim BWA sedang distribusi Al-Quran di wilayah Indonesia Timur tepatnya di Maluku Tenggara kepulauan Kei. Jumlah penduduk muslim di Kepulauan Kei ini ada sekitar 45.646 jiwa yang kebanyakan tinggal di kota tual dan lainnya tersebar di pulau-pulau terpencil.

Agenda distribusi Al-Quran hari ini ada 3 titik Ohoi Mastur, Ohoi Abean dan Ohoi Raat. 

Alhamdulillah sudah beberapa hari ini sejak distribusi tgl 27 sampai sekarang cuaca musim barat mendung gerimis hujan berangin. Namun tidak menyurutkan semangat dakwah pemuda hijrah kei untuk menyampaikan amanah Al-Quran wakaf. 

Alhamdulillah distribusi Al-Quran di tiga Ohoi ini terlaksana. bahkan saat tim melaksanakan distribusi Al-Quran di Ohoi Abean kami bersama masyarakat memanjatkan doa khusus untuk saudara kita di Cianjur yang saat ini dilanda musibah gempa. 
Sebagai ungkapan duka dan belasungkawa yang mendalam kita mengajak masyarakat Kepulauan Kei untuk mendoakan saudara saudara kita yang meninggal dalam musibah gempa ini mendapat tempat yang mulia disisi Allah. Bagi korban luka dan para penyintas diberi kesabaran dan ketabahan," aamiin. 



Read More

Rabu, 30 November 2022

Menikmati waktu hujan mendistribusikan Al-Quran

Senin 28/11
Salut banget sama temen-temen pemuda hijrah kei yang sampai hari ini istiqomah membantu kelancaran distribusi Al-Quran ke pelosok-pelosok daerah di Kepulauan Kei. Kemarin team BWA sudah distribusi Al-Quran ke wilayah ujung utara di tamedan dan rencana hari ini tim akan mendistribusikan Al-Quran mulai dari Ujung Selatan Kei kecil dari Ohoi Uf, Ohoi maar, Ngursoin dan Garara.

Semalam kita berkoordinasi rencana distribusi Al-Quran berangkat pagi sekitar jam 07.00WIT, namun qodarullah cuaca dari semalam mendung. Alhamdulillah pagi ini hujan namun tidak menurunkan semangat teman-teman Pemuda hijrah untuk membagikan Al-Quran. Sambil menunggu mobil pick up datang kami sarapan di rumah Ustadz Insani Renhoran. 

Melihat kondisi hujan deras sepertinya distribusi Al-Quran tidak bisa jalan pagi ini, apalagi teman-teman pemuda hijrah yang ikut pasti akan duduk di belakang mobil pick up dan juga kami khawatir nanti amanah Al-Quran wakaf ini bisa lembab atau basah jadi kita nunggu agak reda. 

Nunggu sampai jam 09.30 Setibanya mobil pick up namun masih gerimis deras akhirnya kami mencari terpal dan membeli beberapa jas hujan agar tim nanti yang ikut tidak kebasahan semua. Usai sarapan sebagian tim langsung loading Al-Quran sebanyak 500 eksemplar. 

Perjalanan pertama langsung menuju ohoi Maar 41km/1jam perjalanan darat, ditengah perjalanan ban mobil pick up bocor kena paku ulir segera tim mencoba memperbaiki namun ternyata dimobil tidak ada dongkrak. Untung ada mobil yang lewat dijalan sepi seperti ini alhamdulillah dikasih pinjam dongkrak dan kami coba secepat mungkin karena gerimis semakin deras. 

Meskipun kesiangan benar saja rupanya kedatangan kami sudah ditunggu Masyarakat desa beserta perwakilan TPA, Masjid, Majlis Taklim & Remaja Masjid Desa Ohoi Maar, Kec. Kei Kecil Timur Selatan, Kab. Maluku Tenggara. Alhamdulillah sebanyak 120 Al-Quran kami berikan untuk masyarakat. 

Di titik kedua Ohoi uf, tim BWA dan pemuda hijrah Kei membagikan Al-Quran wakaf sebanyak 140 mushaf di Masjid nurul iman diterima oleh ustadzah Rahdiah ubrusun ketua Majelis taklim Ohoi Uf. Beliau menyampaikan rasa terimakasih yang tak terhingga, ini pertama kalinya Ohoi kami menerima al-Quran sebanyak ini semoga yang ber wakaf diberi rejeki yang barokah dipanjangkan umurnya. 

Meskipun gerimis semakin deras kami tetap Menuju titik ketiga, alhamdulillah sesegera mungkin kawan-kawan dari pemuda hijrah terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat Ohoi Elaar Ngursoin mohon maaf atas keterlambatannya memang karena faktor cuaca memasuki musim barat hujan lebat terus. alhamdulillah masyarakat, guru TPQ, perangkat desa, ketua remas (remaja masjid), tokoh masyarakat masih menunggu kami. 

Setibanya tim di balai desa Elaar Ngursoin bertemu kepala desa Ali Hamzah Lusubun beliau menyampaikan "alhamdulillah ini luar biasa adik-adik jauh dari ibu kota bersama rekan pemuda hijrah kei datang ke tempat kami yang terpencil ini memperhatikan kami disini membawa amanah Al-Quran wakaf tentu kami sangat bahagia sekali. 

Al-Quran ini adalah kitab suci pemberian terbaik dari Allah SWT untuk umat islam, sementara ini jarang sekali ada bantuan yang datang seperti ini. kebayang jika kami membeli Al-Quran seperti ini tentu biayanya sangat mahal. terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu. 

Alhamdulillah setelah serangkaian acara distribusi dari tadi pagi dititik terakhir ini tim tiba di ohoi Garara membagikan sebanyak 120 eksemplar Al-Quran. Selama perjalanan rupanya hampir banyak di tiap-tiap ohoi yang ada di Kepulauan Kei kecil ini membutuhkan Al-Quran. Rata-rata kondisi Al-Qurannya itu udah banyak yang rusak sehingga banyak guru ngaji kesulitan untuk mengajar. Umumnya santri yang tidak memiliki Al-Quran mengaji bergantian. Jajakumullah Khairan katsiran kepada semua wakil yang telah membantu saudara muslim di kei kecil semoga ini menjadi amal jariyah untuk kita semua. aamiin. 

Read More